Rabu, 20 Agustus 2008

TIGA MACAM SUPERHERO

Di dunia komik/film, ada 3 superhero terbesar saat ini: Superman (DC Comic), Batman (DC Com) dan Spider-Man (Marvel Comic), apalagi setelah franchisenya diangkat Hollywood. Taukah kamu kalo tiga superhero ini punya sumber kekuatan yang berbeda jenisnya? Yup, berdasarkan darimana dia ngedapetin kekuatan supernya, superpower dibagi jadi tiga macam. Apa aja tuh?

1. SUPERMAN --> BORN. Dia lahir dengan kekuatan super. Emang dari sononya. Emang bokap-nyokapnya superhero. Kekuatan super ada dalam DNAnya. Meski begitu, menurut cerita serial TV Smallville, ketika Clark Kent masih remaja, dia masih belum bisa mengontrol kekuatan supernya, dan dia harus terus belajar dan melatih kekuatannya. Contoh lainnya adalah para X-Men, Wonder Woman, Aquaman, Dash dan Violet anak pasangan Mr. Incredible dan Elastigirl, Robin.
Kita lahir dengan DNA superhero. [baca post ini]. Kita lahir dengan superpower. Kekuatan super untuk membela kebenaan, memerangi kejahatan dan melakukan kebaikan. We just don't realize it. Tuhan Yesus adalah superhero, He has superpower dan guess what: kita lahir dari Allah! "Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah." (I Yohanes 3:9). Kita punya DNA Allah. Superpower ada dalam darah kita.

2. BATMAN --> BUILD. Dia lahir sebagai orang biasa bahkan punya banyak masalah, tapi dengan bekerja keras ia menjadi kaya dan bisa membangun sarana dan teknologi untuk menunjang kekuatan supernya. Iapun harus melatih otot, skill dan mentalnya agar mampu memberantas kejahatan. Dia harus berjuang untuk mendapatkan 'kekuatan super'nya. Contoh lainnya adalah IronMan, Captain America, Green Lantern, Green Arrow, dan Wolverine.
Ya kita punya DNA Tuhan. Tapi kekuatan super itu hanya akan muncul jika dilatih. Apalagi setelah kita tau kalo sejak Adam Hawa kita telah kehilangan sebagian besar kekuatan itu. Latih badan kita, kuasai agar dia mau tunduk pada roh kita. Latih pikiran kita agar sejalan dengan apa yang didingankan Tuhan, dan terlebih latih roh kita agar kuat melawan yang jahat.
"Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak." (I Korintus 9:27)
"Maksudnya hanyalah, supaya keturunan-keturunan orang Israel yang tidak mengenal perang yang sudah-sudah, dilatih berperang oleh TUHAN." (Hakim-hakim 3:2)


3. SPIDER-MAN --> INSTANT. Gara-gara kecelakaan, dia jadi punya kekuatan super. Gara-gara disengat laba-laba, Peter Parker jadi kuat dan bisa nempel di dinding. Contoh lainnya: The Flash, Gundala, Fantastic Four, Hulk, dsb.
Kita juga punya superpower yang instan. Namanya karunia. Kita gak bisa memilihnya, dia yang memilih kita. Karunia itu diberikan pada kita untuk melayani. Sama seperti seorang superhero yang punya tanggungjawab menggunakan superpowernya untuk kepentingan banyak orang, demikian juga karunia yang Tuhan berikan harus kita gunakan untuk melayani orang lain. Menurut Erik Rees dari tim Purpose Driven Life, karunia rohani adalah sebuah kemampuan khusus yang diberikan oleh Tuhan, diberikan pada setiap orang percaya oleh Roh Kudus, untuk membagikan kasihNya dan memperkuat tubuh Kristus. [Baca tentang karunia di GFRESH!].
“Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” (1 Petrus 4:10). www.kacamata3d.blogspot.com

Selasa, 19 Agustus 2008

4 FILM BARU NONTON (LAGI)

THR3E
Pemain: Marc Blucas, Justine Waddell
Sutradara: Robby Henson
Produksi: Twentieth Century Fox

Film yang diangkat dari novel Kristen best seller karangan Ted Dekker ini nyeritain tentang pergumulan batin antara yang jahat dan yang baik, dimana yang diperlukan adalah kuasa Tuhan untuk mengatasinya. Masa kecil Kevin nggak kayak remaja kebanyakan, orang tuanya meninggal dalam kecelakaan mobil dan ia harus tinggal di rumah bibinya yang setengah gila sehingga ia kerap dikurung dan disiksa. Dan di masa remaja itulah ia punya dosa yang ia rahasiakan. Ketika dewasa ia merasa harus ‘menebus’ dosanya dengan masuk teologia, tapi ia lalu ‘dikejar’ oleh seorang ‘pembunuh berteka-teki’ yang mengancam hidupnya dan hidup teman-temannya. Apakah pembunuh ini ada hubungannya dengan dosa masa lalunya?

THE ULTIMATE GIFT
Pemain: Drew Fuller, James Garner, Ali Hillis
Sutradara: Michael O. Sajbel
Produksi: Twentieth Century Fox

Cerita yang diambil dari buku karangan Jim Stoval ini menceritakan seorang cucu yang manja. Ketika kakeknya yang kaya raya meninggal, Jason Stevens (Drew Fuller) mengharapkan warisan yang besar. Tapi ternyata kakeknya (James Garner) malah merencanakan suatu ‘kursus’ kehidupan buatnya: 12 tugas yang hampir mustahil dirancang untuk menantang Jason. Dalam menuntaskan tugasnya, Jason harus memilih mana yang lebih penting: uang atau kebahagiaan.



EVAN ALMIGHTY
Pemain: Steve Carrel, Morgan Freeman
Sutradara: Tom Shadyac
Produksi: Universal Studios

Tuhan (Morgan Freeman) kembali datang mencari hambaNya untuk menyampaikan pesan pada umat manusia. Kini ia menjatuhkan pilihan pada Evan Baxter (Steve Carrel), seorang calon pejabat yang lagi seru-serunya berkampanye dengan slogan ‘mengubah dunia’. Kini Tuhan menantangnya untuk mengubah dunia dengan menyuruh Evan membangun sebuah bahtera raksasa dan menyelamatkan binatang-binatang dari air bah! Film komedi sekuel dari Bruce Almighty ini kayaknya seru banget deh buat tontongan kita.

FAT ALBERT
Pemain: Kenan Thompson, Kyla Pratt
Sutradara: Joel Zwick
Produksi: 20th Century Fox

Karakter ciptaan Bill Cosby, "Fat Albert", adalah karakter berdasarkan stand-up comedy tentang masa kecilnya. Dengan baju sweater merah, badan gemuk dan suara berat, Fat Albert (Kenan Thompson) adalah tokoh kartun dari serial tahun 70-an, tapi karena suatu misi, ia ‘masuk’ ke dunia nyata dan terjebak untuk menolong seorang gadis bernama Doris (Kyla Pratt) yang merasa minder di sekolahnya en dijauhi teman-temannya.

HOME

Minggu, 03 Agustus 2008

JESUS BATMAN CHRIST

I’m not a Batman fan. Dari kecil saya Superman freak. Apalagi Batman adalah superhero kebalikan dari Superman.
-Superman punya semua kekuatan super. Batman sama sekali tak punya kekuatan super
-Superman indah, happy, harmonis, kekeluargaan, sempurna. Batman penuh kegelapan, dendam dan penderitaan
-Superman adalah sejatinya Clark Kent. Batman adalah topengnya Bruce Wayne]

Dan saya gak begitu suka cerita yang kelam.

Tapi saya sangat suka ide dari Batman yang kelam ini (dimulai dengan Batman Begins). Mungkin beginilah seharusnya Batman dibuat. Awalnya memang Batman (TV series, 1964, diperankan oleh Adam West) dibuat untuk tontonan anak-anak, lucu, heroik, penuh pow! and bam! Tapi kemudian pertama kali Batman diangkat ke layar lebar lewat Michael Keaton (dan Jack Nicholson sebagai The Joker), Batman menemukan jati dirinya yang baru: cool, misterius, kelam. Diteruskan oleh Val Kilmer (yaaa… lumayan). Tapi kemudian dihancur leburkan oleh George Clooney, yang membuat Batman lebih mirip badut pesta kostum!

Awalnya, saya tertarik untuk segera menonton The Dark Knight bukan pengen liat Batmannya, tapi pengen liat The Joker. (Dan betul pekiraan saya, Heath Ledger membuat para Joker sebelumnya kayak badut sirkus). Ledger bisa dapet nominasi Oscar lewat peran ini, sayang dia lebih memilih mati.

Tapi ada yang mengejutkan saya setelah selesai menontonnya: figur Yesus dalam cerita ini. Yuk kita mulai spiritual connection hasil pengamatanku, seperti biasa, hehe. Dan sori.. spoiler alert! Hati-hati buat kamu-kamu yang belum nonton, soalnya saya akan membeberkan beberapa kejutan-kejutan dalam film tersebut.

THE JOKER = IBLIS
The Joker mengingatkan kita pada karakter si iblis. Ia adalah pembohong dan ia punya rencana besar untuk menjatuhkan manusia. Si Joker punya teori kalo semua manusia itu bisa jadi jahat ketika dihadapkan pada ‘batas’ yakni kematian. Ia menguji teorinya pada dua kapal penuh dengan penumpang. Yang satu dipenuhi warga Gotham yang tak bersalah, dan satu lagi dipenuhi para napi. Siapa yang duluan meledakkan kapal yang lain dan membunuh semua penumpangnya, merekalah yang selamat. Meski dia mencuri dan merampok bank dan meminta bayaran dari para mafia, tapi Joker tidak peduli pada uang, dia hanya suka mempermainkan dan membinasakan orang dan membuktikan bahwa dirinya benar. "Madness, as you know, is like gravity," ujar si Joker. "All it takes is a little push." Ia menyiksa para polisi sampai mati, hanya untuk membuktikan bahwa diambang kematiannya manusia cenderung untuk keluar aslinya, yakni gila, jahat dan mementingkan diri sendiri. Teorinya dan rencananya berhasil pada Harvey Dent, tapi apakah ia berhasil pada dua kapal tadi?

Yohanes 10:10a “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan”. Si pencuri (iblis) datang untuk membinasakan. Mending kalo cuma membinasakan tubuh kita, dia ingin membinasakan roh kita. Menjauhkan diri kita dari Tuhan. Menyatakan bahwa manusia sama dengan dirinya: jahat, gila dan mementingkan diri sendiri. Ia punya banyak rencana untuk menjatuhkan manusia.

TWO FACE = MANUSIA
Harvey Dent adalah seorang jaksa dengan reputasi yang baik, antikorupsi, pembela kebenaran dan berprestasi memberantas kejahatan di kota Gotham bahkan lebih banyak daripada Batman. Ia menyebut dirinya sendiri The Bright Knight, cahaya harapan bagi masyarakat Gotham yang sudah kehilangan harapan gara-gara maraknya kejahatan di sana. Bahkan Batman sendiri mulai berpikir untuk pension dan menyerahkan harapan pada si Harvey Dent ini sebagai symbol baru harapan kota. Tapi ternyata Harvey orang yang bermuka dua, karakter aslinya keluar ketika ia menghadapi orang yang dicintainya harus mati. Ia berusaha membalas dendam dan bermain sebagai Tuhan.


Manusia punya akar dosa. Dan hal itu biasanya kita sembunyikan dalam ‘kepribadian’ alias tampak luar. Tapi sebenarnya karakter yang asli belum tentu baik. Makanya kita cenderung untuk bermuka dua, munafik. Tapi sebenarnya akar itu telah ditebus oleh Yesus. Dan Roh Kudus membimbing kita untuk bisa mengubah karakter kita menjadi baik. Sehingga kepribadian kita (tampak luar) kita sama dengan karakter kita yang telah diubah Roh Kudus. (baca tentang Karakter, Tempramen dan Kepribadian dalam GFRESH!).

Roma 12:2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

BATMAN = YESUS
Klimaks cerita film ini ada ketika Lt.Gordon tidak lagi menyebut Batman sebagai superhero, tapi menggantinya dengan The Dark Knight. Awalnya (dalam Batman Begins), Bruce Wayne menciptakan Batman sebagai symbol dan inspirasi pemberantas kejahatan. Tapi kemudian dia berubah pikiran, ia melihat warganya malah mengikuti dia dengan cara yang salah dan membuahkan kematian. “Orang-orang butuh pahlawan yang punya wajah” ujarnya. Karena itulah ia mendorong Harvey Dent untuk menjadi symbol ideal pahlawan kota, memerangi kejahatan, anti korupsi dan harapan serta inspirasi baru bagi warga kota.

Ketika Harvey Dent, sang harapan kota, berubah menjadi jahat dan mati, maka warga Gotham aka kembali kehilangan harapannya. Tak ada lagi symbol pemberantas kejahatan dan korupsi. Tak ada lagi teladan dan inspirasi yang bisa dipercaya. Batman tak mau itu terjadi, ia rela mengorbankan dirinya, mengambil kesalahan yang Harvey buat dan mengaku bahwa ialah yang membunuh Harvey, dengan resiko ia akan dibenci warga dan diburu polisi. Ia tak perlu disebut sebagai hero, ia hanya berlaku sebagai hero.

Yesus adalah Tuhan. Sekalipun seluruh dunia berkata Ia bukanlah Tuhan, Yesus adalah Tuhan dan berlaku sebagai Tuhan. Tak peduli manusia mencaciNya, ia tetap juruselamat yang mengasihi manusia. Sekalipun semua orang gak mengakui Dia sebagai pahlawan, Ia tetap Pahlawan. Yesus tak mementingkan diriNya, bahkan Ia memberikan nyawaNya bagi sahabatNya. Ia mengambil kesalahan dan dosa manusia, agar manusia bisa kembali padaNya dan menjadi garam dan terang, harapan bagi dunia.

Yohanes 15:13-15 “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.”

MAFIA
Wayne adalah orang terkaya di Gotham, dan dia mendapatkan uangnya dari usaha yang jujur. Tapi ada satu kelompok yang juga kaya raya: para mafia. Dan mereka mendapat semua uangnya dari kejahatan, kecurangan dan korupsi. Mana contoh yang akan kita pilih: jujur dan berintegritas dalam usaha kita atau korupsi (curang, sogok, suap, curi, boong). Dan pilihan itu ditentukan sejak kita remaja, gimana kita di sekolah, di keluarga dan di pergaulan.

LUCIUS FOX
Fox adalah Mr.Q-nya James Bond bagi Bruce Wayne. Ia memperlengkapi Wayne dengan segala peralatan canggih. Tapi satu hal yang ia gak mau kompromi: melanggar privacy orang lain. Ia punya integritas tinggi, dan ia rela kehilangan pekerjaannya demi menjaga integritasnya.

MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI
Ada setidaknya 4 cerita pengorbanan dalam film ini. (1) pengorbanan Harvey Dent dengan mengaku sebagai Batman dan mengambil resiko dibunuh oleh Joker, agar Batman bisa tetap hidup. (2) pengorbanan Lt.Gordon (dan keluarganya) untuk menyelamatkan Walikota. (3) pengorbanan warga Gotham dan para napi yang memilih untuk tidak meledakkan kapal dengan resiko mereka semua mati. (4) pengorbanan Batman untuk dianggap sebagai penjahat dan diburu polisi agar warga Gotham gak kehilangan harapan. Pengorbanan adalah sikap teladan Yesus, bahkan Dia mati untuk menyelamatkan kita, “…dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” (Filipi 2:3-4)

SISI NEGATIF
1. The Dark Knight bukanlah film Kristen atau rohani. Tapi saya bersyukur para penulis ceritanya masih mengutamakan sisi moralitas dalam setiap film Hollywood. Kembali, film Batman punya sisi negatif yang perlu kita kenali. Batman menciptakan kebohongan sebagai kebenaran. Ia tidak mengungkapkan kebenaran, "Sometimes, truth isn't good enough," Batman bilang. "Sometimes people deserve more. Sometimes people deserve to have their faith rewarded". Memang kesan yang kita dapat ialah bahwa keputusan yang diambil Batman adalah heroik dan hal yang benar, tapi riskan sekali karena kebenaran yang diambil bukanlah kebenaran yang Alkitab maksud.

2. The Dark Knight definitely bukan film untuk anak-anak! Sekalipun dilabeli PG-13 (13 tahun keatas), film ini masih terlalu mengumbar kekerasan untuk ukuran remaja. Liat aja adegan ‘sulap pensil hilang’-nya Joker (yang meskipun brilian), bahkan Batman sendiripun tak kenal ampun. Bahkan makeup para villainnya juga dibuat mengerikan untuk anak-anak (mimik gila Joker, wajah tengkorank Two Face). Belum lagi ceritanya yang lumayan dalam. So, jangan tertipu dengan promosi film ini yang ditempel di tempat makanan anak-anak. (F! http://www.kacamata3d.blogspot.com/)

HOME