Jumat, 05 September 2008

THE GOSPEL OF WALL-E



Yang sudah nonton film Wall-E kebanyakan pasti mikir kalo film ini bercerita tentang ‘go-green’ atau or ‘cinta lingkungan’. Well it’s not.

It’s about love.
Terlebih lagi, ini tentang kasih Tuhan.
Dan terlebih lagi, ini tentang kasih Tuhan dalam Kitab Kejadian dan Injil.

Ah, si Fery ini suka nyari-nyari en maksa. Boleh kok bilang kayak gitu. Tapi, saya akan tetep bilang kalo Wall-E adalah film yang lebih ‘kristiani’ dibanding film 'kristen'! Acungan jempol buat sang sutradara, Andrew Stanton (yang adalah anak Tuhan yang selalu menanamkan nilai-nilai alkitabiah dalam film-filmnya).

"Irrational love defeats life's programming" (Andrew Stanton – Pixar)

Kita tau garis besar yang tercakup dalam Alkitab dari Kejadian sampe Wahyu: Manusia jatuh dalam dosa dan membuat dunia ‘dikuasai’ iblis. Manusia hidup dalam dosa dan dikendalikan iblis. Yesus mengasihi manusia. Yesus turun ke dunia. Yesus mati berkorban untuk menyelamatkan dan memulihkan manusia. Yesus bangkit. Yesus memulihkan segala sesuatu.

SPOILER ALERT! Dan ini adalah cerita yang tercakup dalam Wall-E. Manusia menghancurkan bumi dan mengungsi masuk dalam Axiom, sebuah pesawat yang ‘dikendalikan’ robot. Manusia dikendalikan robot. Wall-E mengasihi Eve dan manusia. Wall-E mati berkorban untuk menyelamatkan dan memulihkan manusia. Wall-E hidup kembali. Wall-E memulihkan bumi.

KEJADIAN: KISAH WALL-E DAN HAWA
Wall-E, sebuah robot yang setelah 700 tahun tinggal sendiri di bumi yang sudah hancur karena nuklir. Manusia pergi, tumbuhan tak dapat tumbuh, binatang tak dapat bertahan hidup (kecuali kecoa, karena menurut para ilmuwan kecoa adalah satu-satunya makhluk hidup yang bisa bertahan jika ada ledakan nuklir). Hanya tinggal gedung-gedung, sampah unorganik, dan robot-robot yang bertugas merapikan sampah-sampah. Robot-robot itu kemudian rusak satu-persatu setelah ratusan tahun, sedangkan Wall-E punya kemampuan bertahan karena bias memperbaiki dirinya sendiri. Tapi kemudian Wall-E jadi tinggal sendirian, kesepian. Ia bekerja, bekerja, bekerja dan berharap mempunyai teman. Sampai datanglah Eve (Extraterrestrial Vegetation Evaluator), sebuah robot cewek yang membuat Wall-E jatuh cinta. Eve ternyata bertugas untuk mencari kemungkinan kehidupan (tanaman) kembali di bumi.

Setting ini mengingatkan kita akan cerita Adam dan Hawa (Adam and Eve). Adam ditugaskan Tuhan untuk mengelola bumi. Ia bekerja, menamai semua binatang, tapi dia kesepian. Dan Tuhan menciptakan Hawa untuk menemaninya dan memberikan keturunan untuk kelangsungan kehidupan dan menguasai bumi.

“Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak (KJV: Be fruitful, and multiply); penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas (BIS: Kamu Kutugaskan mengurus) ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” (Kejadian 1:28).

KASIH AGAPE
Seperti disampaikan sebelumnya. It’s about love. Unconditional love. Irrational love. Atau bahasa kerennya kasih Agape. Kasih agape adalah kasih yang dimiliki oleh Tuhan. Kasih yang tak bersyarat. Ketika Wall-E melihat Eve, ia jatuh cinta. Ia mencintainya sekalipun ia tau kalo Eve tidak mencintainya bahkan membalasnya dengan serangan dan tembakan. Wall-E melindunginya dari badai nuklir, panas, hujan, petir, dan salju… sekalipun Eve tidak menyadarinya. Wall-E rela berkorban demi cintanya, sekalipun ia tidak mendapatkan balasan cintanya.

“The greatest commandment is to love one another, and to me, that's the ultimate purpose of living. So that was the perfect goal for the loneliest robot on earth, to learn the greatest commandment, to learn to love.” (Andrew Stanton kepada ChristianityToday.com)

Waktu ditanya gimana Wall-E dapat mewujudkan visi pribadinya, Andrew Stanton sang sutradara menjawab, “Well, yang betul-betul menarik buatku adalah gagasan tentang sebuah robot sebagai sesuatu yang paling manusiawi dibandingkan manusia itu sendiri, karena punya banyak hal yang menarik untuk digali dalam menemukan inti dari hidup daripada manusia beneran. Perintah teragung dari Kristus untuk kita adalah untuk mengasihi. Sayangnya itu hal itu tidak selalu jadi prioritas utama kita. Jadi, saya datang dengan sebuah gagasan yang dapat menunjukkan apa yang ingin saya sampaikan – bahwa kasih yang irasional mengalahkan dunia. Ada dua robot yang berusaha mengalahkan aturan yang telah diprogramkan pada mereka, untuk mengalami apa yang namanya kasih.” (wawancara Andrew dengan majalah World)

“Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:37-38)

PEMULIHAN SEGALA SESUATU
Kemanapun Wall-E pergi, ia membawa pemulihan. Ia membuat sesuatu jadi lebih baik. Ia mengajari robot lain untuk melambaikan tangan. Ia menolong manusia agar bisa berkomunikasi dan bersosialisasi. Ia membebaskan robot-robot rusak dan membuat mereka jadi pahlawan.

Ini adalah gambaran tentang Kristus, dan sesuatu yang harus kita teladani. Yesus datang untuk memulihkan. Ia menyembuhkan. Membuat sesuatu menjadi lebih baik. Menjungkirbalikkan paradigma yang salah. Ia mengalahkan iblis dan membuat kita lebih dari pemenang.

Ngomong-ngomong tentang Adam, Adam sebagai manusia pertama dianggap gagal. Karena itulah Yesus disebut Adam terakhir karena dia membawa pemulihan. “Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.” (1 Korintus 15:20-22)

MEMBERIKAN LEBIH DARI YANG TERBAIK
Tugas utama Wall-E adalah merapikan sampah. Kalo kita liat pada bagian awal film, dia gak cuman merapikan sampah, tapi ia menyusunnya dan meniru bangunan gedung bikinan manusia. Ia juga memilah-milah dan menyimpan barang-barang yang ia anggap masih berguna. Ia memberikan lebih daripada yang seharusnya.

Apakah Yesus menghendaki kita untuk melakukan yang terbaik? Tidak! Dia mau kita melakukan LEBIH dari yang terbaik. Yesus mengajarkan, jika kita dipaksa nemenin orang berjalan satu mil, berjalanlah dengan dia dua mil! Satu mil pertama adalah kewajiban, tapi mil kedua adalah karena kita mengasihi Tuhan sehingga memberikan lebih dari seharusnya kita berikan. Bertugas membersihkan dapur? Bersihkan juga toiletnya. Digaji satu juta? Bekerjalah seperti digaji 10juta. Tuhan akan melihat sikap kita dan membalasnya, dan percayalah, manusiapun akan memperhatikan kualitas kita.

BAHTERA AXIOM DAN IBLIS
Gara-gara nuklir, bumi tak bisa ditinggali lagi. Semua manusia mengungsi, masuk dalam sebuah pesawat angkasa dengan bentuk mirip bahtera. Tujuan awalnya hanyalah sebagai tempat sementara sampai bumi bias kembali ditempati. Tapi pemerintah mengambil keputusan agar manusia tetep ada dalam Axiom selamanya. Di dalam Axiom, bukan manusia yang mengendalikan. Tapi robot-robot, terutama si Auto, robot utama. Si Auto membiarkan manusia merasa bahwa si kaptenlah yang memegang kendali, padahal si Auto yang berkuasa. Robot-robot sepertinya adalah pelayan bagi manusia, tapi sebenarnya para manusia itulah yang menjadi hamba para robot. Manusia mengikuti semua yang robot katakan, manusia mengikuti apa yang billboard tulis, bahkan anak-anak manusia dididik oleh robot-robot yang mengajari mereka bahwa Axiom adalah Tuhan dan Buy N Large adalah kitabnya. “A is for Axiom, your home sweet home. B is for Buy N Large, your very best friend.”. Manusia lahir, makan, tidur, bangun diatas sebuah kendaraan yang mengikuti garis program yang dibuat robot.

“Lewat karakter manusianya saya ingin menunjukkan bahwa ‘program’ kita adalah rutinitas dan kebiasaan yang mengalihkan perhatian kita untuk berhubungan dengan orang lain di sekitar kita. Kita tidak membangun hubungan, yang merupakan inti dari hidup: hubungan dengan Tuhan dan hubungan dengan orang lain.” Begitu jelas Andrew Stanton.

“Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat..” (I Yohanes 5:19). Sejak jatuh dalam dosa, manusia dan dunia ini ada dibawah kendali si jahat. Tanpa kita sadari kita masuk dalam sistemnya. Salah jadi benar, benar dianggap salah. Bahkan anak-anak kita diajar oleh pengajaran duniawi. Seperti Andrew bilang, kita harus kebali pada inti dari kehidupan yang sebenarnya: relationship with God.

“…(iblis) dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. (2 Tesalonika 2:10)

HIDUP BUKAN CUMA BERTAHAN HIDUP
Auto dan robot-robot lain deprogram untuk membuat manusia ‘bertahan hidup’ dengan cara tetep tinggal dalam Axiom, dan tidak kembali ke bumi. Ketika ditemukan adanya harapan untuk hidup kembali di bumi, Axiom tetap mengikuti programnya dengan segala cara. Satu perkataan yang diucapkan oleh Captain McCrea (kaptem pesawat Axiom) ketika bertarung dengan si Auto adalah: “I don’t want to survive, I want to live!”.

“Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi” (II Korintus 10:3). Hidup di dunia yang sudah ‘terprogram’ dengan sIstem dunia dan iblis, membuat kita memilih untuk bertahan hidup, dan bukan menjalani ‘hidup’ yang sebenarnya. Yesus bilang “…Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10-10b). Hidup yang sebenarnya adalah hidup yang diberikan Yesus, bukan dunia ini. Dunia menghendaki kita untuk mengikuti ‘aturan’nya: dosa, kompromi, curang, dsb… untuk bisa ‘bertahan hidup’. Padahal kita harus lebih daripada bertahan hidup: mempunyai hidup!

“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?” (Lukas 9:25).


“Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.” (1 Korintus 15:45)

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

PENGORBANAN
Dalam usahanya menyelamatkan satu tumbuhan sebagai cikal-bakal kehidupan bumi, Wall-E harus ‘mati’ terjepit dibunuh oleh robot Auto. Tapi kemudian ia hidup kembali.

Kalo udah gini, semua pasti inget sama pengorbanan Yesus. Kejatuhan manusia dalam dosa telah membuat manusia kehilangan hubungan dengan Tuhan. Dan dengan inisiatif terbesarNya, Yesus turun ke bumi, menjelma menjadi manusia agar bias nyambung dengan manusia, mati di kayu salib untuk menebus manusia dari dosa dan dapat kembali berhubungan dengan Tuhan. Karena hanya darah yang tak berdosa, darah Tuhan, yang bias menebusnya. Darah manusia biasa tak bias karena tak ada satu manusiapun yang tak berdosa. Darah kambing apalagi!

“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 6:23)

“Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus.” (Ibrani 10:19)

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)

CUTE ROBOT
Si Fery suka nyambung-nyambung film ama Yesus, tujuannya apa sih? Apapun yang kita tonton, ingatlah pada Yesus dan firman Tuhan. Saya hanya membantu mengingatkan. Ingat Superman? Ingat perkasanya Yesus. Nonton Batman? Ingat pengorbanan Yesus. Suka sama robot Wall-E? Ingat teladan Yesus. Ya, dalam Wall-E banyak symbol menarik untuk dibahas, tapi… film ini juga tentang robot yang lucu! Hehe. (F! www.kacamata3d.co.cc)

10 komentar:

LaNeY mengatakan...

couldn't b more agree with u, om.. ^^
i like wall-e even more.. [ever since i read 'the gospel of wall-e']
well done, dude! (- ^_________^ -)

Tha..^^ mengatakan...

blon nonton gw. Mbaca ni postingan jadi pengen nonton.
Di ponti blon nyampe nih >.<

Samuel Lazuardi mengatakan...

WOW ... amazing point of view!
Keren banget ulasannya.
Gue bener2 diberkati banget.
Keep on writing the good things for God, Fer!
JC with you ...
Hidup GFresh! hehe...

Vania Christy Raharja mengatakan...

Hey, isi ttg walle km bgs bgt... thank you yha.. aku bleh mnta ga untuk bisa ditranlate ke inggris.. soalnya aku tgal di singapur dan aku liat temen2 aku dsni bayak yg kehilangan faithnya dr kristen jadi free thinker... atau yang Hindu ga yakin kalo dia Hindu, dan aku liat keyakinan dsni diukur oleh masih pnya faith atau udah ilang faithnya.. it seems like that.. jadi bisa minta tlg gak untuk di translate di bhasa inggris dan disesuaikan isinya, jadi temen2 aku yg free thinker bisa kembali lagi ke Tuhan... kembali lagi percaya sma Tuhan yesus.. aku mau forward isi blogmu yang udah di translate ke temen2 aku itu, spaya mrk bsa baca jg dan bisa kmbli percaya sma God... swlnya aku rindu spya mrk bisa blik lgi ke Tuhan dan percaya lgi sama Tuhan Yesus..dan diselamatkan..thanks before...Vania-- vaniachristyr@aol.com

iline mengatakan...

so sweet..bagus banget renungannya..ferry!
ih keren!

pas nonton wall-E,gw aja udah langsung sayang ama tuh film. karena gw pecinta alam n pro-go green.^^
tapi begitu gw liat postinganmu,gak nyangka kalo cerita wall-E sedalem itu. salut banget buat sutradaranya yang ternyata anak Tuhan juga...
gue udah pengen kasih academy award nih ke sutradaranya!

btw,momongan u sekarang berapa nih?
sodara gue yang pemberkatan nikahnya hampir barengan sama lo di GIA baru punya satu anak^^

Manik mengatakan...

Woww..Analisa yg sangat menarik, Pak ;)

namun menurut saya, sebuah Robot(mesin) tidak bisa disamakan dgn manusia...

Mungkin hanya karakternya aja yg mempunyai kemiripan

melinskiss mengatakan...

hii..
wah, good point of view kak fer,,
hmm.. kmaren nonton wall-e belum baca artikel kakak, sayang deh. aku kurang suka sama film ini.tapi kalo dipikir2, setelah baca penjelasanmu dan visi directornya, jadi suka.
oya, alasan aku ga terlalu suka tuh karna ni film kaya charlie chaplin..
karna berdekatan sama nonton journey to the center of the earth, aku ngebanding2in n lebih suka sama filmnya si brendan fraser ini. eh kak fer bikin ulasan ttg film JTTCOTE dooong.. :) piss...

be blessed kaaak

-melinskiss-

Ridwanta mengatakan...

Assalamualaikum...

sudah sering dapat message di Fs tp jarang buka ke blog-nya Ferry...

brother g yang satu ini kreatif bgt mengulas film-film, masih rajin ya nonton film2 ya??? NEVER GIVE UP NEVER SURRENDER...

btw, gua mau nanya dasar interpretasi lu terhadap film2... Apakah semua film bisa diinterpretasi dengan Bible perspective atau ada kriteria-kriteria khusus dalam film tersebut sehingga ia bisa dibaca secara kristiani (sutradaranya kek, alur ceritanya atau tokohnya, dll)?

Thanks a lot bro

Wantarozzzzz!

yellowcake mengatakan...

this is magnificent! thanks for this verrrrry interesting writing. you're really talented. bravo, ferry :)

dewo mengatakan...

Film Wall-E memang bagus banget.