Minggu, 13 Mei 2012

Foto Pacar

Foto Pacar
Kemaren dulu heboh berat di forum en milis GFresh!, pasalnya ada satu postingan topik yang bikin gerah cuma gara-gara judul yang salah: Kristen vs Katholik. Isinya sih cuma nanya, apa bedanya. Tapi banyak orang tersinggung lantaran ngerasa judul itu menimbulkan salah paham. Hasilnya, milis jadi rame, bejibun orang yang ikut nimbrung komen, ngalor-ngidul sampe ngebahas doktrin. Tapi, dari sini GFresh! jadi punya ide buat bikin judul diatas sebagai topik utama!

Kru GFresh! terdiri dari anak-anak Tuhan dari berbagai denominasi. Protestan ada, katholik ada, yang lain juga ada. Suatu saat satu orang teman kami yang protestan bertanya pada yang katholik, “Kenapa sih kamu banyak menggantung salib di rumahmu? Lagipula kenapa salibnya ada Yesusnya? Kan Yesus sudah bangkit dan naik ke Surga? Kenapa kamu kayak yang masih ‘menyalibkan’-Nya?”. Tentu saja pertanyaan ini dilontarkan karena kami sudah lama bersahabat tanpa ada maksud buat melecehkan. Teman kami yang katholik hanya menjawab dengan senyuman.

Beberapa saat kemudian, waktu istirahat makan siang, ia melihat isi dompet teman kami yang protestan, disitu ada foto cewek cantik. “Wah, cantik juga pacarmu!” ujarnya.
“Husss, ini bukan pacarku, tapi foto ibuku waktu masih muda.” jawabnya.
“Hah? Foto ibu kamu? Cantik bener! Dimana dia sekarang?”
“Di Amrik, lagi liburan”
“Lalu kenapa kamu masih menyimpannya di dompetmu?”
“Emang kenapa? Gak boleh?”
“Lho, itukan pertanyaan kamu beberapa waktu lalu!”
“Maksud lo?”
“Iya. Kan kamu tanya, kenapa saya menyimpan patung Yesus di pajangan salib saya, padahal Yesus kan udah naik ke Surga. Nah, jawabannya mirip dengan kenapa kamu masih menyimpan foto jadul ibu kamu padahal ibu kamu gak ada disini en sudah nggak muda lagi kan?”
Hehe. Teman kami itu cuma ketawa-ketawa sambil menyantap makan siang di kantin. Tapi kami jadi mengerti, bahwa kadang perdebatan lantaran perbedaan yang gak penting bikin kita lupa ngejalanin persamaan yang penting, yakni menjadi kristen sejati.

Fery!

Selasa, 14 Februari 2012

CINTA SEJATI


Hei, Valentine lagi… Cinta-cinta-cinta. Gak ngerti sebenernya cinta itu apa, yang kutau pasti kalo aku butuh cinta.., tapi ‘cinta sejati’. Tapi sampai sekarang aku gak tau jelas apa itu cinta sejati.

Cinta sejati…, langsung aku teringat wajah imut, cantik. Atau aku tanya adik perempuanku dia negbayanginnya seorang cowok ganteng dengan wajah mirip-mirip coverboy. Dia bayangin dia berjalan gandengan tangan ama cowok itu. Kalo lagi kongkow ama temen-temen ceweknya atau bahkan temen-twmwn cowoknya dia bisa bebas berlaku sesuka hati, tapi kalo udah ada si”doi”, tiba-tiba jadi gadis pemalu, suara yang sedikit manja mendesah, pokonya jadi aneh, deh. Kalo tau si doi bakalan dateng atau ada di tempat yang sama, dia bisa berlama-lama dulu di depan kaca. Hmmmh.., kalo dipikir aku juga suka gitu sih.

Tiba-tiba, hei! ..aku sadar cuman liat penampilan luarnya aja, bukan lantaran rohaninya. Aku tau aku gak bisa jatuh cinta ama orang yang gak cinta Tuhan…, apalagi ama yang belum kenal Tuhan sama sekali.

Tapi…. Tibatiba selintas terpikir … ah … siapa tau kalo aku jadian ama dia, aku bisa buat dia bertobat? Plak! Tuhan dengan cepet ngingetin aku perbedaan antara cinta dengan nafsu. Punya pasangan yang seiman dan seimbang adalah mutlak!

Kembali ke cinta sejati. Apa dong cinta sejati itu?
Cinta sejati adalah seperti ibu Teresa yang mengasihi dan melayani orang-orang miskin di Calcutta, India. Cinta sejati itu kalo aku udah bisa rela kelaperan demi memberi makan yang orang lain yang kelaperan. Cinta sejati itu seperti cinta seorang Sahabat yang rela mati buat sahabatnya.

Aku juga sering nonton film romantis. Hollywood bilang kalo cinta itu identik dengan seks, bahkan “making love” itu artinya berhubungan seks. Memang seks itu indah, kalau kita bisa menempatkannya pada posisi yang tepat: melalui pernikahan kudus. Oke mungkin kamu pernah berhubungan seks sebelum menikah, temen saya pernah kejadian kaya gitu, dan dia menyesalinya seumur hidup. Aku bilang Tuhan sanggup dan terlebih lagi mau mengampuni jika memang dia mau bertobat. Dan lebih dahsyat lagi Tuhan bisa memberikan kita kekuatan dan keberanian untuk lepas dari pencobaan jika kita terpikir ingin mencoba berhubungan seks sebelum menikah.

Terus terang, setidaknya pas aku lagi nulis ini, aku belum pernah pacaran. Padahal umur udah seperempat abad. Kadang aku berpikir apa aku dikaruniai hidup membujang? Aku yakin kalo Tuhan menghendaki seseorang untuk hidup single terus kayak Palulus, pasti Tuhan kasih kekuatan untuk itu, namanya juga karunia. Tapi percaya atau tidak aku rada-rada ngeri mikirinnya, aku gak mau hidup single terus-terusan, ya Tuhan gak menghendaki demikian, kali!

Tapi.., pas aku mulai kuatir soal itu, soal pacar, soal bujangan, Tuhan ngingetin suatu hal bahwa  Dia tau apa yang ada dalam hatiku, Dia yang menciptakan aku, hasratku, keinginanku dan seluruh hidupku. “Ucapan selamat Valentine” paling berharga sepanjang hidupku adalah ketika Seseorang rela mati buatku. Dia mengambil segala sesuatu yang buruk yang pernah aku lakukan dan menebusnya dengan hidupNya. Itu baru namanya Cinta sejati, cinta yang jauh melebihi dari sekedar permen, coklat, bunga, gandengan tangan atau semacam itu.

Ngelamun yang romantis-romantis boleh aja, tapi kalo udah sampe malah membuat lupa ama Sang Raja yang super romantis, Yesus Kristus, Kekasih hati kita, calon “Suami” kita, ck-ck-ck… harus mulai rubah tuh. Yesus menunggumu, menunggu cintamu, dan Dia ingin tinggal dalam hatimu, sekarang juga. (F!)

Senin, 24 Januari 2011

CINTA ALA HOLLYWOOD

Bintang film Seth Godin pernah bilang “Sebuah film dapat membuat perubahan, tetapi kebanyakan film populer adalah murni hiburan yang didesain untuk menghasilkan banyak uang, bukan mengubah pikiran seseorang”. Dan ketika banyak kalangan menyalahkan film Juno (film tentang remaja yang hamil di luar nikah) ikut andil dalam kasus maraknya kehamilan remaja di amrik, Jason Bateman (salah satu pemerannya) berkilah, “Begini ya, kalau kamu menyalahkan film atau lagu untuk tindakan yang kamu pilih, saya rasa kamu udah salah memilih pedoman hidup. Mestinya orang melihat wilayah lain dari hidup mereka untuk mendapatkan bimbingan. Bukan dari film.”

Memang ada betulnya apa yang dikatakan diatas. Tapi pada kenyataannya banyak orang terpengaruh oleh media, sekalipun intu hanya fiksi. Sebuah cerita di film bisa membangkitkan patriotisme seseorang, menginspirasi, bahkan mengubah hidup, baik itu jadi lebih baik atau malah jadi buruk. Oleh karena itu, bijaklah kita dalam memilih mana yang akan kita tonton karena sedikit atau banyak hal itu akan mempengaruhi alam bawah sadar kita. Selain itu, penuhilah pikiran dan hati kita dengan Firman Tuhan sebagai filter, agar kita tahu mana yang baik dan benar.

Begitu pula dalam hal cinta (dan seks). Sementara Tuhan menganggap cinta (dan seks) itu sebagai sesuatu yang sakral dan suci, kebudayaan manusia (terutama terlihat dari film Hollywood) mengatakan yang sebaliknya. Hmm, apa kata Hollywood tentang cinta (dan seks)?

1. They live happily ever after
Everybody loves a happy ending!
Cinta mengalahkan segalanya, mau sial dan menderita terus di awal, tapi tenang… semua akan menjadi baik-baik saja di akhir cerita.

2. Tragic love story
Walau cinta Jack & Rose dalam Titanic tulus dan sejati, tetap tidak kuasa menghalangi dinginnya laut ketika Titanic karam.

3. Wedding is romantic

Tak perlu mikir jauh-jauh untuk merencanakan rumah tangga, pokoknya bikin acara wedding yang romantis itu cukup.

4. Seks itu lucu
Dari yang bisa dibilang “masih sopan” sampai super-duper jorok pun banyak, katanya seks itu bikin ketawa.

5. Seks dulu baru kencan

Ketemu di konser, cari kamar, besoknya baru kenalan. Kalo sama-sama hepi bisa berlanjut ke kencan dan pacaran.

6. Seks is a weapon

Mau masuk ruangan yang kuncinya dipegang penjaga? Tinggal rayu penjaganya, have sex dan ambil kuncinya.

7. Seks liar ujungnya mati dibunuh
Para penyuka film horor or thriller pasti pada ngeh dengan hal ini. Kalo ada adegan cumbu-cumbuan yang bandel, pasti tiba-tiba ada pembunuh berantai yang menjagal mereka.

(Fery! www.kacamata3d.blogspot.com)

Senin, 05 Juli 2010

THE KARATE KID FAIL



Oleh Fery Ferdiansyah

Kamu anak baru. Di sekolah gak punya temen. Boro-boro temen, yang ada kamu malah kena kasus bullying; dapet bogem mentah di muka tiap pulang sekolah, uang jajan abis dipalak, bekal makan siang hanya buat diambil orang. Life’s suck!

Lalu kamu ketemu guru karate (atau kungfu or pencak silat). Musik upbeat cepat mulai berkumandang, latihan sana-sini, sit up, lari turun naik tangga, angkat berat dikit, wax on-wax off, musik berhenti dan voila! ..kamu jadi jagoan tak terkalahkan.

Hmmm… andai hidup kayak dalam film The Karate Kid, atau film-film kungfu, tinju, gulat, dsb, yang punya potongan-potongan adegan latihan di tengah-tengah cerita. From zero, wuuuuzz.. jadi hero dalam satu kali take. But life is not that easy.

Christoper Paul Gardner. Kehidupan memusuhi dia. Gara-gara salah ambil keputusan, ia ditinggal istri, kehilangan pekerjaan, kena jerat utang, diusir dari kontrakan, sementara dia harus ngasih makan en ngurusin anak laki-lakinya yang kemudian bersama-sama menggelandang di kota besar sampai tidur di WC umum. Berbagai usaha dia lakukan untuk sekedar bisa makan atau berteduh.

Dan lihat bapak yang satu ini, rasanya kegagalan adalah bakatnya dia: 1831 bisnisnya gagal; 1832 mencoba peruntungan di dunia politik dan gagal di badan legislatif Amrik; 1833 bikin bisnis lagi dan bangkrut; 1839 ikut kontes pembicara dan gagal juga; 1943 gagal dipilih sebagai anggota kongres; 1848 coba lagi jadi anggota kongres dan gagal lagi; 1849 ditolak bekerja sebagai commissioner of the General Land Office; 1854 mencalonkan diri jadi senator Amrik dan gagal; 1856 dicalonkan menjadi wakil presiden Amrik dan gagal pula; 1858 kembali mencoba jadi senator yang kemudian –guess what- gagal! Wah, mati aja lu!

Belum lagi yang ini. Selama 25 tahun Yusuf harus mengalami penderitaan berantai: dimusuhi saudara, dibuang ke sumur, dijual sebagai budak, difitnah, dipenjara. Padahal dia punya mimpi jadi pemimpin besar. Bayangkan, 25 tahun! Kalo kamu umur 15 sekarang, sampe umur 40 tahun kamu terus menderita.

Hidup penuh dengan kegagalan demi kegagalan, and sometimes, kita gak menemukan satupun celah pintu yang terbuka walau hanya sedikit. Yang ada hanya pilihan: tinggalkan atau terus terpuruk. Lalu kita berteriak: “Why, God?! Why!?” *sambil mengacungkan kepalan tangan di tengah hujan dengan background suara petir*. Lalu kita berpikir, bukankah lebih baik kalo kita punya semacam remote control dan pencet skip button atau pilih scene selection biar gak usah alami hal-hal yang nggak enak dan kegagalan?

No. No remote control. Sadar gak sadar, kegagalan dan hal-hal yang gak enak yang kita alami ternyata itu perlu. Why? Karena it all make us a better person!

- Gagal terus dan terus bisa melatih kesabaran kita dan akhirnya membentuk karakter baik kita. Kata nenek, orang sabar dikasihi Tuhan. Kata kakek, karakter yang baik dibentuk, bukan sekedar bawaan lahir.

- Mencoba lagi dan lagi akan menambah pengalaman dan mengasah skill en bakat kita. Liat aja lowongan pekerjaan, pasti ada tulisan ‘diutamakan yang berpengalaman’. Kata ortu makan asam garam itu penting.

- Dibatasi, dijegal dan ditekan itu bisa memicu kreatifitas. Kenapa iklan rokok selalu dapet penghargaan iklan terbagus? Karena mereka dibatasi dan ditekan gak boleh memperlihatkan produk rokok dalam setiap iklannya, so mereka tertantang untuk berkreasi di luar batas. Kata kartunis Scott Adams: “kreatifitas adalah mengijinkan dirimu sendiri untuk melakukan kesalahan.”

- Mengoptimalkan potensi. Apa potensimu? Darimana kamu tahu itu adalah potensimu kalo kamu gak mencobanya gara-gara takut gagal? Coba, gali, rasakan, temukan dan munculkan potensimu. Pablo Picasso bilang: “God is really another artist. He invented the giraffe, the elephant and the cat. He has no real style. He just goes on trying other things.”

- Sebagai jalan untuk melihat pilihan terbaik. Kadang pilihan terbaik ada di ujung jalan yang sama sekali tak terlihat karena terhalang tembok, pintu, rambu, batu, tukang baso, beruang, tirai, billboard dan penghalang-penghalang mata lainnya. Untuk mencapainya, kita hanya perlu melangkah, belok, jebol tembok, menyingkirkan batu, membuka pintu, bertanya pada tukang baso, merobek tirai, bergulat dengan beruang, melihat rambu dan menemukan tombol bel untuk membuka pintu pilihan terbaik, sekalipun itu artinya kita harus babak belur.

So, Mr.Han (Jackie Chan) kepada Dre (Jaden Smith) dalam The Karate Kid (2010) bilang: “Life will knock us down but we can choose to get back up”.

Oh iya, kalo kamu gak tau siapa Christoper Paul Gardner, kamu coba nonton film The Pursuit of Happyness yang diambil dari kisah nyata. Sekarang dia adalah seorang milyuner. Terus, bapak yang punya bakat gagal diatas, dia adalah Abraham Lincoln yang tahun 1960 dilantik menjadi Presiden Amrik ke-16 dan menjadi Presiden Amrik terhebat sepanjang masa. Yusuf? Kita tau semua kalo dia meraih mimpinya jadi pemimpin besar yang berkarakter besar! (F!)


Fery Ferdiansyah
Gagal jadi seleb gak bikin dia depresi, setidaknya jadi seleb youtube udah bikin dia hepi. Satu istri, satu balita dan dua kura-kura menemani sehari-harinya sebagai penulis dan chief editor sebuah majalah remaja Kristen. Seorang moviegoers, scifi-geek dan Jesus-freak sejati. Ingin baca pikirannya dia tentang film, hidup dan Tuhan? Kunjungi www.kacamata3d.blogspot.com.

Sabtu, 21 November 2009

Kamis, 17 September 2009

I. LUCIFER

Namaku Lucifer.
Kau boleh memanggilku Penguasa kerajaan Angkasa (Efesus 2:2), Penghulu-penghulu (penguasa) dunia yang gelap (Efesus 6:12), Penguasa dunia (Yohanes 12:31), Penghulu setan (Matius 12:24), Ilah zaman ini (II Korintus 4:4), Malaikat terang (II Korintus 11:14), Ular tua (Wahyu 12:9), Lawan / musuh (I Petrus 5:8), Pendakwa (Zakharia 3:1), Pencoba (Matius 4:3), Pembunuh (Yohanes 8:44), Pencuri (Yohanes 10:10).

Tadinya aku diciptakan sebagai malaikat Tuhan yang paaa..aling indah. Mikael dan Gabriel, dua malaikat tertinggi temanku itu? Lewaaaat!

Dulu aku tinggal di surga dan pekerjaanku membosankan: memuji dan melayani Yang Mahatinggi. Buat apa? Kenapa bukan aku aja yang dipuji? Aku bosen jadi pelayan! Aku bisa menyamaiNya! Aku Son of the Morning, Bintang Fajar, “...Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!” (Yesaya 14:13-15)

Dan apa yang kudapat? Tuhan membuangku ke bumi! “How art thou fallen from heaven, O Lucifer, Son of the Morning! How art thou cut down to the ground, which didst weaken the nations!” (Yesaya 14:12 KJV), itu kata Tuhan. “...ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur. Orang-orang yang melihat engkau akan memperhatikan dan mengamat-amati engkau, katanya: Inikah dia yang telah membuat bumi gemetar, dan yang telah membuat kerajaan-kerajaan bergoncang,..” (Yesaya 14:14-16). “...Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Kulempar, kepada raja-raja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya.” (Yehezkiel 28:13-17). Aaaarrggh!!

KataNya, aku sombong!? Lihat siapa yang sombong sebenarnya! Kalian, manusia hina ciptaan Dia sendiri! Hina tapi ingin jadi mulia! Kenapa aku yang cantik Dia buang sementara manusia lemah seperti kalian dikasihiNya?! Planet yang nggak Dia sukai Dia hancurkan. Malaikat yang jatuh Dia usir. Tapi kalian? Apa yang membuat kalian spesial di mataNya? Kenapa ketika kalian jatuh dalam dosa, Tuhan sendiri yang turun menyelamatkan? (Yohanes 3:16). Kenapa ketika kalian terhilang, Dia susah payah mencarinya? (Lukas 15:4). Kenapa banyak dari kalian yang menolakNya dan Dia tetap mengasihi kalian? (2 Timotius 2:13). Kenapa kalian Dia lindungi, emangnya kalian biji mataNya? (Zakharia 2:8). Kenapa kalo kalian mengaku dosa, Dia jadi pelupa, kenapa Dia lupa dosa-dosa kalian yang bejat itu? (Yesaya 43:25). Kenapa?!

Aku benci kalian! Kalian mengingatkanku pada Yang Mahatinggi! Muka kalian serupa denganNya. (Roma 8:29). Aku benci. Seumur hidupku aku akan berusaha melawan dan menipu kalian.

Kalo aku disuruh bersyukur, hanya satu hal yang akan kusyukuri... Bahwa kalian gak sadar kalo sejak 2000 tahun lalu Yesus udah membinasakan aku (1 Yohanes 3:8), aku sudah kalah dan dilucuti (Kolose 2:14-15), dan kalian berkuasa mengusirku (Markus 16:17). Hahahaha. Kutipu kalian semua. Aku mungkin ada di tim yang kalah, ...nggak apa-apa, asalkan aku berhasil membuat kalian bergabung di timku! Hahahahaha!

Akan kubuat kalian terus menerus menyalibkan Yesus dengan dosa kalian! (Ibrani 6:6). Akan kusebarkan ajaran-ajaran yang membelokkan kalian dari ajaranNya (1 Timotius 4:1-2) dan kusesatkan kalian (Wahyu 12:9-10). Pujalah aku, aku akan kuhadiahi kalian neraka. Bencilah aku dan akan aku hajar kalian saat kalian lengah. Bertemanlah denganku dan akan kukhianati kalian!

Kalian mau melayani Tuhan? Boleh, tapi layani aku juga! (Lukas 16:13). Berdoa? Baca Alkitab? Berbuat baik? Rajin ikut persekutuan? Boleh, tapi jangan lupa untuk mengabaikan keadilan dan kasih Tuhan (Matius 23:23) dan pastikan semua orang mengetahuinya dan memujimu habis-habisan (Matius 6:5). Akan kubuat kalian tau berbuat baik tapi tidak melakukannya! (Yakobus 4:17). Akan kubuat kalian merasa sibuk untuk Tuhan padahal nggak melakukan kehendakNya! (Matius 7:22).

Ya, aku tau suatu saat aku akan diikat sampe seribu tahun, tapi tunggu saja kalo saatnya aku dilepaskan, akan kubuat kalian menderita! (Wahyu 20:1-3). Memang pada akhirnya aku akan tinggal di neraka selamanya (Wahyu 20:10 dan Matius 25:41), tapi itu justru membuatku semakin ingin membawa kalian sebanyak-banyaknya! Hahaha, temani aku menderita disana!

I, Lucifer

------------
Naskah oleh Fery!
www.kacamata3d.blogspot.com
www.facebook.com/ferygfresh

ADD ME AS YOUR FRIEND:
www.facebook.com/fery10

Pliz kalo copy paste, sertakan sumber atau link penulisnya kayak diatas ya.

Sabtu, 01 Agustus 2009

HARRY POTTER: SESAT OR JURUSELAMAT?

Buku pertamanya terjual lebih dari 400.000.000 copy dalam 65 bahasa dan terus bertambah di seluruh dunia. Buku terakhirnya (seri 7) terjual lebih dari 11.000.000 copy hanya dalam 24 jam. Belum lagi keuntungan yang didapat dari film sekitar Rp. 41,35 trilyun melebihi keuntungan 22 film James Bond dan 6 film Star Wars disatuin! En diberitakan Harry Potter udah bikin pengarangnya, J.K. Rowling, lebih kaya dari Ratu Elizabeth II. Tapi, bukan itu yang kita (orang Kristen) ributkan dari Harry Potter! Dia udah bikin anak Tuhan terbagi dua: yang bilang Harry Potter sesat dan yang bilang dia juruselamat. (F! http://www.kacamata3d.blogspot.com/)

SESAT!
Mantra, sapu terbang, bola kristal, tingkat sihir, astral project, ramuan pengubah bentuk, dan segala macam bentuk sihir lainnya dalam serial Harry Potter diadaptasi dari dunia sihir sebenarnya. Beberapa cuma ngarang, tapi tak sedikit yang asli, mengingat J.K. Rowling menyandang gelar S2 dalam Mitologi yang juga mendalami seluk beluk dunia sihir secara teori. Dunia sihir yang jelas ditentang oleh Tuhan dalam Alkitab dijadikan tema utama dalam Harry Potter. Itulah yang bikin gerah sebagian kalangan Kristen. Ia membuat anak kecil dan remaja mengenal dunia sihir, menganggap sihir sebagai sesuatu yang keren, dan mengandalkan sihir yang instan buat menyelesaikan masalah.

Tapi yang paling ‘menyesatkan’ dari Potter adalah tak ada Tuhan atau kuasa yang lebih tinggi dari diri sendiri disana. Potter hanya mengandalkan nuraninya dan pilihan pribadinya. Ia menginspirasi anak-anak untuk mengandalkan diri sendiri, bahwa kekuatan ada pada diri sendiri.

Semangat fasisme juga kental dalam Harry Potter. Ada dua ras yang membedakan, ras penyihir yang unggul dan ras muggle (manusia biasa non penyihir) yang lebih rendah dan nggak punya keistimewaan. Dan itu didasarkan pada kelahiran, bukan pilihan. Satu ras menganggap ras lain lebih rendah kastanya. Ini cikal bakal yang bisa memicu kejahatan ras yang pernah terjadi di dunia kayak Klu Klux Klan, Nazi, Tutsi dan Hutu di Rwanda dsb.

Selain itu, adegan yang terlalu menyeramkan dan brutal berserakan disana. Menghisap darah, memotong anggota tubuh, perkelahian, sumpah serapah dengan mantera, dan sebagainya, dikuatirkan mengajarkan hal yang nggak baik bagi imajinasi anak dan remaja.

JURUSELAMAT!
Sementara itu kalangan satunya lagi bilang kalo Potter bisa membuat anak dan remaja mengenal Kristus dan kekristenan. Cerita Harry Potter sarat dengan analogi kekristenan. Mulai dari selamatnya bayi Harry Potter dari kutukan maut Voldemort yang mengingatkan kita pada bayi Yesus yang selamat dari pembantaian Herodes, sampai kepada kematian Harry (dan kebangkitannya kembali) di King’s Cross yang mengingatkan kita pada pengorbanan Yesus di kayu salib. Ia mengorbankan nyawanya agar dunia sihir terlepas dari kutukan sihir Voldemort, tapi kemudian cinta ibunya membuatnya bangkit kembali. Itu adalah simbol parsial kematian dan kebangkitan Yesus untuk menyelamatkan dunia dari kutukan dosa.

J.K. Rowling yang berjemaat di Gereja Scottish Episcopalian juga menyampaikan nilai-nilai kebaikan vs kejahatan, persaudaraan, cinta, kesetiaan, dan persahabatan. Potter mempunyai kasih yang besar, ia tetap mengasihi keluarga Malfoy yang membenci dia, dan kekuatan itulah yang juga mengalahkan Voldemort.

Selain itu, demam Harry Potter udah bikin anak-anak dan remaja rajin membaca dan terinspirasi buat menulis.

JANGAN LEBAY AH!
Nggak usah lebay (berlebihan)! Buat kita (orang Indonesia) Harry Potter hanyalah tokoh khayalan. Apa bedanya sama si Nenek Sihir yang bawa apel beracun dalam dongeng The Snow White? Kenapa Harry Potter dikecam karena dia seorang penyihir sementara Jin Lampu Alladin yang bisa memberikan apapun dengan sihirnya nggak diapa-apain?

Ya memang patut dimaklumi, soalnya Harry menjadi tokoh utama, dan sihir dijadikan cerita utama, dibandingkan penyihir kayak Peri Biru dalam Pinokio, Ibu Peri sihir dalam Cinderella, Gandalf dalam The Lord of The Rings, The Witch dalam Narnia, dan seterusnya. Di Amrik, Harry Potter memang perlu dikuatirkan mengingat budaya mereka akrab dengan wicca, sihir, penyihir, satanisme atau gereja setan. Tapi buat kita gak perlu kuatir karena kita (orang Indonesia) nggak akrab dengan yang namanya sihir dan penyihir seperti yang diceritakan dalam Harry Potter. Dibanding Harry Potter, tokoh fiksi yang perlu dikuatirkan di Indonesia adalah Suster Ngesot atau Pocong dan kawan-kawan karena mereka dipercaya ada oleh kita, atau Jaelangkung karena dimainkan oleh remaja kita. Harry Potter? Ah sama aja kayak Mickey Mouse waktu dia berlagak jadi penyihir Merlin dalam film Fantasia.

TETAP WASPADA
Kamu suka Harry Potter? Gak usah pusing ama kontroversi. Tapi kita harus tetep waspada, karena Harry Potter memang memperkenalkan sihir sebagai sesuatu yang modern en keren sekalipun dalam bentuk fiksi. Ya, Harry memang fiksi, tapi sihir itu nyata.

“Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua." (Wahyu 21:8)


Menurut John Houghton, novel Harry Potter kurang baik dibaca oleh adik-adik kecil kita, hanya cocok buat anak diatas 11 tahun, apalagi mulai seri keempat, cerita Harry Potter makin bertambah ‘gelap’ dengan pertarungan yang baik dan yang jahat. Sebaiknya mereka diperkenalkan dengan cerita fantasi yang lebih ringan dan kental dengan kekristenan seperti The Chronicles of Narnia.

Buat kita, sebelum nonton or baca Harry Potter (atau film sejenis), sebaiknya tanyakan dulu beberapa hal berikut pada diri kita:

- Apakah kita kuat dalam firman Tuhan? Cintai, gali dan dalami Alkitab, sehingga kita tau mana yang bener dan mana yang salah. Nggak terombang-ambing dengan apa yang diceritakan novel/film. Misalnya, sekalipun sihir dijadikan alat kebaikan, firman Tuhan tegas mengatakan hal itu dosa.

- Apakah kita udah menyeleksi film-film yang akan kita tonton? Media (terutama audiovisual/film) akan dengan mudah membentuk pola pikir kita. Baca Matius 13:20-31. Terlalu banyak memasukkan sesuatu yang diragukan kebenarannya akan membuat ‘tanah’ dalam hati kita jadi ‘keras’ sehingga membuat benih firman Tuhan sudah tumbuh. Misalnya, ketika ada firman Tuhan yang bertentangan dengan nilai yang disampaikan dalam film, pikiran kita tanpa sadar akan menolaknya.

- Apakah kita udah kritis? Baca Roma 12:2. Renungkan, ambil pelajaran, diskusikan dan pertanyakan apa yang kita tonton. Misalnya, ketika Harry menyelesaikan setiap masalah dengan sihir apakah itu baik buat remaja? Ketika ada adegan memotong tubuh manusia buat dijadiin ramuan sihir itu pantas buat ditonton anak kecil? Dan sebagainya.

- Apakah kita selalu mengandalkan Tuhan lebih dibanding mengandalkan manusia? Baca Yesaya 31:1. Sekalipun Harry dengan kekuatan sihir dalam gen-nya membuat dia suka mengandalkan dirinya sendiri, jangan sampe kita juga ikut mengandalkan diri sendiri. Andalkan selalu Tuhan. (Yeremia 17:5).

- Apakah kita sudah intim dengan Tuhan? Baca Mazmur 25:12. Kalo kita bergaul dengan Tuhan, takut akan Dia, kita gak perlu lagi pusing apakah kita boleh nonton atau nggak. Kita bakalan tau sendiri dan Tuhan akan tunjukkan jalan yang lurus. Kita akan tau apa yang jadi kehendakNya buat kita dan apa yang baik buat kita sesuai firmanNya. Gak perlu lagi memusingkan diri sendiri dengan perkara duniawi.

HARRY PONARI
Taukah kamu, sejarah kelam kekristenan menorehkan kepahitan di kalangan ‘penyihir’ jaman dulu. Ayat di Keluaran 22:18 yang berbunyi “Seorang ahli sihir perempuan janganlah engkau biarkan hidup” pernah disalahtafsirkan dan membuat orang-orang yang ‘dicurigai’ sebagai penyihir dibakar hidup-hidup. Padahal hal itu bukanlah penyelesaian masalah. Yesus datang membawa penyelesaian. Ia membawa keselamatan, bukan hukuman. Penyihir atau orang yang terlibat okultisme bukanlah iblis yang perlu dibunuh, tapi justru untuk diselamatkan.

Selain itu, dunia perlu ‘penyihir-penyihir’. Masih ingat beberapa waktu yang lalu waktu seorang anak kecil bernama Ponari di Jombang, Jateng bikin histeria lantaran buka praktek ‘mujizat kesembuhan’? Massa berbondong-bondong dari segala penjuru karena mereka butuh ‘sihir’ buat menyembuhkan penyakitnya yang udah bikin mereka putus asa. Yesus datang membawa kesembuhan dan mujizat, dan Dia berjanji kalo kita bisa melakukan apa yang pernah Yesus lakukan bahkan lebih besar! Kitalah Harry Potter-Harry Potter-nya Tuhan, kitalah yang seharusnya jadi Ponari-Ponari-nya Tuhan. Menjadi jawaban bagi mereka yang membutuhkan. Menjadi penyembuh, menjadi pahlawan. Dengan begitu, dukun-dukun dan penyihir gak diperlukan lagi.

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu...” (Yohanes 14:12)

SEKILAS CERITA HARRY
Buat kita-kita yang agak-agak gak kenal sama Harry Potter, GF! bakal ceritain sekilas cerita Harry Potter dari awal sampe akhir.

Di dunia yang kita tinggalin sekarang ternyata ada juga penyihir. Para penyihir itu tinggal dengan cara menyamar. Nah, salah satu penyihir itu adalah James sama Lily Potter. Mereka berdua itu termasuk penyihir baik yang mau ngelawan penyihir jahat di bawah pimpinan Lord Voldemort.

Tapi mereka mesti menemui ajalnya di tangan Voldemort. Cuma sebelum mati, Lily sempat kasih mantera yang paling kuat yang bisa melindungi anaknya, Harry, dari serangan Voldemort. Gara-gara mantera Lily ini Harry selamat dari serangan Voldemort en Voldemort sendiri gak jelas nasibnya.

11 taun kemudian Harry udah gede, tapi dia gak pernah tau kalau dia itu penyihir atau cerita masa lalunya. Dia dititipkan ke paman bibinya yang bukan penyihir. Sampe suatu hari Harry dapat undangan buat sekolah di sekolah sihir Hogwarts, yang dulu jadi sekolahan ortunya.

Nah, mulai dari situlah petualangan Harry dimulai. Di Hogwarts dia kenal sama teman-teman barunya, Ron en Hermione. Bertiga mereka terlibat petualangan seru, berusaha menghalangi Voldermort yang berusaha bangkit en menguasai dunia lagi (sebenernya klise banget, ya).

Akhirnya setelah berjatuhan banyak korban selama 7 seri bukunya, Harry ketemu sama musuh besarnya, Voldemort di buku ke-7. Di pertarungan terakhir itu Harry menang. Tamat.

Selasa, 07 Juli 2009

GAK MIRIP KRISTUS

“Kalo Yesus ada di sini, apa kamu pikir Dia akan menunjukkan cintaNya padaku? Apa kamu pikir Yesus bakalan mencintaiku? Saya bukan orang kristen, tapi menurutmu apakah Yesus mencintaiku? Saya pikir Yesus akan duduk dan ngobrol denganku dan bertanya ‘kenapa kamu jadi begini?’, Yesus bakalan asik. Dia bakalan ngobrol denganku. Gak pernah ada satu orang kristenpun yang pernah melakukannya padaku, sekalipun atas nama Yesus. Mereka malah memasukkanku dalam penjara dan menulis hal-hal buruk tentangku, lalu pergi ke gereja dan berkata Yesus itu hebat!”


Panas kuping denger omongan Mike Tyson diatas? Gak usah panas en marah-marah, terima aja, soalnya dia ngomong kayak gitu lantaran salah kita-kita juga. Kita mungkin beragama kristen dari lahir, ataupun baru bertobat. Tapi kemudian kristen tinggal kristen, cuma status di KTP doang. Kelakuannya? Bikin Yesus malu kalo disebut sebagai orang kristen. Kristen nggak nyampe pada status ‘garam dan terang’. Kristen malah bikin malu Yesus.


“Kalo Yesus hidup jaman sekarang, satu hal yang Dia nggak mau adalah menjadi seorang Kristen” - Mark Twain


Tahun 2007 lalu, David Kinnaman nerbitin buku berjudul “UnChristian: What A New Generation Really Thinks about Christianity.” Dia nge-survey en nge-wawancarain orang-orang di Amrik yang bukan orang kristen atau nggak bergereja tentang apa yang mereka pikirin about christianity. Dia bilang, "Kebanyakan orang yang aku temui berpendapat bahwa orang kristen itu konservatif, sempit dalam pikirannya, antigay, pemarah, kasar, nggak logis, membangun kerajaannya sendiri; mereka ingin mengubah semua orang dan mereka gak bisa hidup damai dengan orang yang nggak percaya dengan apa yang mereka percayai.”


Apa yang ada dalam pikiran temen-temenmu yang non kristen waktu denger kata ‘orang kristen’? Hasil surveyku di facebook bilang: ‘sok suci’, ‘belagu’, ‘kuper’, ‘old-fashioned’, ‘munafik’, ‘suka menghakimi’ dan berbagai hal negatif lainnya. Kok bisa?


‘Agama’ Kristen berhenti di gedung-gedung gereja, yang megah tapi juga dingin dan angker. Saatnya kita gak terjebak dalam ‘agama’ tapi mulai berpindah pada ‘kerajaan’. Hanya Kerajaan Allah yang mampu berdampak menjadi garam dan terang.


Apa yang orang pikirkan tentang kekristenan itu adalah cerminan dari kekecewaan demi kekecewaan yang mereka dapatkan dari hubungan mereka dengan orang yang mengaku kristen. Tapi, kita-kita ini, generasi muda, bisa mengubahnya! Kita harus mencerminkan Kristus dengan utuh. Kayak Yesus, disukai Tuhan disukai juga manusia. Jangan sampe terdengar lagi kata-kata Mahatma Gandhi berikut:


“Aku suka Kristus. Tapi aku gak suka orang kristen. Orang kristen sama sekali gak mirip dengan Kristus.”