Kamis, 13 November 2008

AMBILKAN BULAN BU!

Ambilkan Bulan Bu
Ambilkan Bulan Bu
Yang selalu bersinar di langit
Di langit Bulan benderang
Cahyanya sampai ke Bintang

Tau kan lagu anak-anak di atas? Waktu kita kecil kita sangat senang dengan Bulan karena cahyanya benderang. Tapi tau enggak kalo lagu itu rancu? Bukan Bulan yang cahyanya sampe ke Bintang, justru sebaliknya, Bulan mendapatkan cahayanya tersebut dari Bintang, yakni matahari. Bulan tidak mempunyai cahayanya sendiri, ia hanya memantulkan cahaya matahari atau bintang ke bumi. Tetapi Bintang mempunyai cahayanya sendiri, termasuk matahari.

Pernahkah kamu menggelar tikar di lapangan luas pada malam hari dan tidur menatap langit penuh bintang? Sangat indah bukan? Coba kamu gelar tikar itu, pandangi langit sekali lagi, tapi kali ini di siang hari! Hasilnya pasti silau, en kamu cuman liat awan-awan doang. Lho.. bintangnya pada kemana? Apakah bintang-bintang tersebut hilang? Tidak kan? Kamu pasti percaya bahwa bintang-bintang itu masih pada tempatnya. Hanya saja tidak keliatan.

“..supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia” (Filipi 2:15 ).

Mungkin di antara kita ada yang komplen, kenapa sih Indonesia bahkan dunia ini makin hari makin kacau aja? Kapan sih Indonesia adem ayem tentrem? Kapan sih RT-RW kita adil makmur sejahtera? Kok, makin hari makin gelap aja!

Hey! Liat lagi kalimat terakhir tadi, “kok, makin hari makin gelap aja?”. Bukankah gelap itu adalah kesempatan buat bintang biar kelihatan bercahaya? Ayat diatas bilang kalo kita-kita inilah bintang-bintang yang bercahaya di tengah angkatan yang bengkok dan dunia yang makin gelap! So, jangan komplen kalo makin dunia gelap, karena itu kesempatan anak-anak Tuhan buat bisa mancarin cahayanya.

CARA HIDUP DI BUMI

Orang banyak pikir kita jadi terangnya Tuhan alias jadi bintang-bintangnya Tuhan itu cukup dengan cara berdoa, melayani Tuhan di gereja, memisahkan diri dari “dunia”, hidup “kudus” en suci, layaknya hidup di sorga. Ya, kadang kita tau “cara hidup di sorga”, tapi nggak tau “cara hidup di bumi”!
Gimana emang cara hidup di bumi?

"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:13-16).

Yap. Berbuat baik agar orang memuliakan Bapa. Itulah cara hidup di bumi. Banyak orang berbuat baik. Sidharta Gautama berbuat baik, bahkan Britney Spears berbuat baik, tapi kita harus lebih dari berbuat baik karena 4 alasan:
1. Karena kita cinta Tuhan, cinta jiwa-jiwa dan cinta tanah air.
2. Agar orang melihat dan kemudian memuliakan Bapa di Sorga (Matius 5:16)
3. Karena “..tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (2 Tim 3:17)
4. Karena “..jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” (Yakobus 4:17)
5. Karena kita harus berbuat baik meskipun orang lain berbuat jahat kepada kita, “Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.” (Lukas 6:33).

Banyak orang berbuat baik, Sidharta Gautama berbuat baik bahkan Britney Spearspun berbuat baik, tapi anak-anak Tuhan tidak berbuat baik, itulah hal yang ironis. Dan tragis.

TENGOK
Masih ingat cerita orang Samaria yang menolong orang yang terluka? (Lukas 10:33-35). Atau cerita pemenang Nobel di atas? Atau perjalanan hidup Bunda Theresa?

Coba tengok sekeliling kita. Pernahkah kita ajak makan pengamen yang tiap siang berdiri depan pintu kos sambil menggenjreng gitar bututnya? Pernahkah kita memberi sesuatu yang lebih dari sekeping logam 100 perak sama pengemis yang selalu kita jumpai di depan gerbang kampus? Pernahkah kita turun dari sepeda motor, menutupi lubang-lubang di jalan agar orang tidak terjatuh, lalu berhenti mengomel tentang ketua RW kita yang nggak peduli sama jalanan? Pernahkah kita datang sama tetangga kita yang sakit dan mengantarkannya berobat? Pernahkah kita pergi ke rumah sakit dan menghibur orang yang dalam penderitaan? Pernahkah kita menghampiri tukang parkir di sekolah kita dan memberinya sekaleng kue untuk dia merayakan idul fitri dengan keluarganya?

Lupakanlah diri kita sendiri demi orang lain dan orang lain tidak akan melupakan kita. “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi” (Matius 7:12).

“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6:9).

So, hari makin gelap. Waktunya Bintang bercahaya. (F!)

Kamis, 06 November 2008

JADUL TO UPGRADE

Film-film remake pahlawan Hollywood gak bakalan seru kalo gak sampe nge-upgrade kendaraan andalan para ksatria jalanan ini. Apalagi kalo film-film originalnya udah jadul banget, so pasti upgadenya abis-abisan. Coba kita liat beberapa kendaraan-kendaraan jadul vs upgrade berikut:

Batcycle (Batman TV Series 1966) to Batpod (The Dark Knight 2008)



Batmobile (Batman 1989) to Batmobile (Batman Begins 2005)



KITT 2000 (Knight Rider 1986) to KITT 3000 (Knight Rider 2008)



Bumblebee Volkswagen (Transformers 1984) to Bumblebee Camaro (Transformers 2008)



Berkuasa dan asik!
Kita-kita yang ngakunya anak Tuhan en muridnya Yesus, gak asik banget kalo dari dulu ampe sekarang masih sama: jadul. Apalagi mau masuk duaribusembilan, wah harus upgrade deh.

Kalo dulu ‘biar miskin asal masuk surga’ sekarang ‘biar kaya asal masuk surga’, wekekeke. Kalo dulu pelayanan kalo cuman di gereja, sekarang pelayanan dimana-mana. Kalo dulu ‘asal sama Tuhan, gak punya temen gapapa’ sekarang ‘Tuhan seneng, temen banyak’. Kalo dulu gak peduli penampilan asal deket ama Tuhan, sekarang ‘Tuhan melihat hati, manusia melihat penampilan!’. Upgrade biar tambah keren. Keren di hadapan Tuhan, asik di hadapan manusia. “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” (I Timotius 4:12).

Liat Yesus: “Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” (Lukas 2:52). Liat Samuel: “Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia.” (1 Samuel 2:26). Mereka gak cuman disayang Tuhan tapi juga disukai manusia. Upgrade!

“Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran (pleasing GOD - vertikal), damai sejahtera (living in peace - horizontal) dan sukacita (true happiness – diri sendiri) oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.” (Roma 14:17-18) (yang dicetak tebal adalah terjemahan dari Contemporary English Version)

Supaya berkenan sama Tuhan dan dihormati manusia, kita harus seimbang dalam vertical dan horizontal, jangan Cuma vertical doing or horizontal doing. Kita harus powerful (berkuasa) yakni (a) Bisa menguasai dirinya sendiri à dimulai dengan gambar diri yang pulih, (b) Berpengaruh di lingkungannya à mengusahakan diri agar berkembang dengan tujuan menyenangkan hati Tuhan dan memberkati orang lain. Kekuasaan yang dimaksud bisa berupa manifestasi roh, tapi juga skill, kepintaran, kebijakan, kerendahanhati, sehat jasmani.


Dan kita juga harus groovy alias asik. Asik di hadapan Tuhan dan manusia, dengan cara (a) Bergaul dan akrab dengan Tuhan. Menjadikan doa sebagai gaya hidup. Mengambil keputusan selalu berdasarkan komunikasi denganNYa. TAAT (cin-TA dan TA-kut Akan Tuhan), dan (b) Disenangi dan disegani manusia. Peduli keluarga, teman dan lingkungan, mengutamakan orang lain daripada diri sendiri, menjaga penampilan, pandai bergaul, berwawasan luas, melayani orang lain.

Tapi inget, dihormati-disegani-disayangi sama manusia teuteup motivasinya karena cinta Tuhan, bukan buat diri sendiri. Ketika kita sekolah, bekerja, melakukan apapun kita melakukannya lebih dari yang seharusnya kita berikan… karena itu semua untuk Tuhan!

“Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." (Matius 5:41-48).

Vrooom! Vroom! Upgrade! (F! http://www.kacamata3d.blogspot.com/)