Senin, 18 Februari 2008

NAMA KAMU DI ALKITAB

Suatu hari Filipus, salah seorang murid di gereja mula-mula, disuruh sama Tuhan buat pergi ke jalan mo ke Gaza dari Yerusalem. Tiba disana ia ketemu sama seorang penguasa dari Etiopia, waduh itu sama dengan kalo kamu naek sepedamu lalu ngikutin mobil mewahnya Menteri Keuangan lalu pas di lampu merah kamu ngelihat dia lagi baca Alkitab. Itu yang terjadi sama Filipus.

“Apa anda mengerti apa yang anda baca?”
“Mana mungkin, kecuali kalau ada yang mau menjelaskannya kepada saya.”

Oh itu dia maksud Tuhan. Filipus lalu menjelaskan kepadanya dan ia mengerti, bertobat dan bahkan mau dibaptis saat itu juga. Trus mereka berpisah dan Injil sampai dan menyebar ke negeri Afrika.

Menurut kamu ada berapa tokoh dalam cerita diatas? Dua?

No-no-no.


Ada tiga tokoh pelaku dalam cerita tadi. Filipus, penguasa dari Etiopia dan satu lagi siapa?
“Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi. Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah. Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya. Lalu kata Roh kepada Filipus: "Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!" (Kis 8:26-29).

Ya! Tokoh ketiga adalah Tuhan. Tuhan menyuruh malaikat, Roh Kudus menyuruh Filipus. Tuhan melihat seseorang lagi kebingungan di jalan dan IA pengen menolongnya. Lalu Tuhan mencari seseorang di Yerusalem yang bisa ia utus... dan IA menemukan Filipus. Tuhan mengatur seluruh kejadian itu!

Kamu mungkin berpikir Filipus adalah orang yang spesial, mungkin dia dikasih ama Tuhan fasilitas pager atau ponsel abad pertama yang gak lagi dikeluarin ama Tuhan jaman sekarang. Mungkin kamu berpikir Filipus orang “ajaib” yang bisa ngedenger suara Tuhan jelas di telinganya... Eit, wait a second, jangan nuduh dulu, inget gak apa yang Paulus tulis buat kita-kita..

“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.” (Roma 8:14).

“Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh” (Galatia 5:25).

Wow.. semua yang ngaku anak Allah, kita-kita ini, yang masih muda sekalipun, yang masih suka dengerin musik yang rada-rada cepet, yang mungkin masih ingusan, yang kadang masih suka mikirin cewek or cowok melulu, yang kerjaannya jalan-jalan terus, semua.. semua dipimpin alias dibimbing sama Roh Allah. Gak cuman Filipus.

Roh Kudus adalah kehadiaran Allah dalam hidup kita-kita, DIA ngelanjutin kerjanya Yesus 2000 taon lalu. DIA ngebimbing en ngebantu kita, agar kita bisa punya buah Roh (Gal 5:22-24), membantu kita berdoa (Roma 8:26), Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman (Yoh16:7), menghibur dan mengajar (Yohanes 14:26).

Roh Kudus adalah peran utama disini, termasuk dalam penginjilan. IA adalah center stage. Ketika kita mengajar itu lantaran Roh Kudus yang mengajari kita lebih dulu (Lukas 12:12), kalo orang yang kita ajar itu lalu jadi yakin pastinya lantaran Roh Kudus yang telah menembus hatinya (Yoh 16:10). Nah kalo sampe orang itu bertobat dan percaya itu artinya Roh Kudus udah bekerja di dalam hatinya (Roma 8:11), sampe akhirnya dia jadi dewasa dalam imannya itu lantaran Roh Kudus juga yang membuat dia sanggup (2Kor3:6).

Sekali lagi: gak cuman Filipus. Kamu juga bisa. Kita bisa. Roh yang sama ada dalam kita. Roh Kudus itu.

Gak percaya juga? Oh.. mungkin kamu pikir, Filipus kan bisa denger suara Tuhan. Tuhan tereak di telinganya. Malaikat bersinar dan mengepakkan sayapnya depan Filipus dan menyuruhnya berangkat. Filipus gak ada pilihan lain selain harus berangkat, lha wong ngeliat en ngedenger sendiri. Hehe, darimana kamu tau? Gimana kalo kamu salah? Apa betul suara malaikat atau suara Roh Kudus itu harus asli spesial pake telor kayak gitu?



Hah..? Apa..?

Kamu mungkin udah pernah denger suara itu mendesak kamu buat berbuat sesuatu. Kayak kalo temen kamu nyodok pake sikutnya ngedesek kamu buat bicara, .. ayo ngomong.. ayo!

Kamu ngajak temen kamu masuk kamar kos kamu. Pas dia masuk… kamu rasain suatu kebingungan di matanya, kesedihan di raut mukanya. Lesu. Kamu tau ada yang gak beres nih. Tapi biasanya kamu gak nanya. Tapi juga… ada dorongan Roh Kudus di hati kamu buat peduli dan lalu akhirnya bertanya.. apa yang terjadi sama kamu?

Kamu pulang kuliah. Kamu liat temen kamu abis dimarahin dosen gara-gara tugasnya ketinggalan. Temen-temen yang lain bilang.. untung bukan gua… untung tugas gua gak ketinggalan.. untung gua gak dimarahin dosen! .. tapi Roh Kudus membimbing kamu untuk berpikir.. Kasian ya… pasti sakit sekali dimarahin dosen! Lalu kamu deketin dia dan menghiburnya.

Hari minggu di gereja kamu liat ada orang negro celingak-celinguk sendirian. Minggu berikutnya dia ada lagi. Kata orang dia datang dari Afrika buat keperluan bisnis. Minggu berikutnya dia ada lagi en kamu ngenalin diri, dia bilang dia bukan orang Kristen tapi sangat terkesan pada ajaran Kristen dan ia ingin belajar lebih banyak lagi. Emhh… saat itu mungkin kamu cuman nyaranin dia buat baca Alkitab aja.

Tapi.. beberapa hari kemudian kamu berpikir… dan menyesal lantaran kamu kurang tegas sama dia. Kamu lalu cari kartu nama yang dia berikan, menelpon kantornya. Ternyata dia sudah berangkat ke bandara mo plang ke Afrika. Kamu langsung lari, ambil motor dan ngeeng!
Tiba di bandara kamu liat dia sedang duduk menunggu pesawat berangkat sambil membaca Alkitab yang ia pegang.

“Apa anda mengerti apa yang anda baca?”.

“Bagaimana mungkin, kecuali ada orang yang menjelaskannya kepada saya.”.

Trus kamu menjelaskannya, seperti yang dilakukan Filipus. Orang negro itu mengerti, dan terus percaya… bahkan minta dibaptis. Ia menunda keberangkatannya.

Apa perlu kamu melihat sinar terang? Kamulah sinar terang itu.

Apa harus ada suara kedengaran? Kamulah suara itu.

Apa harus ada mukjizat? Kamu baru saja melakukannya. Seorang jiwa diselamatkan. Tepuk tangan riuh satu sorga. Kalo saja Alkitab ditulis jaman sekarang, kamu ada di pasal ke delapan Kisah Para Rasul ini!
(F! Disadur dari “Sebenarnya Namamu Bisa Juga Muncul di Alkitab”, Max Lucado)




Jumat, 01 Februari 2008

MANA BISA MENANG?

Lawanku lagi ngedribble bola di depanku, emang susah sekali ngerebut bola dari dia waktu itu. Beberapa kali dia coba nyikut aku, alis matanya menajam… mulutnya komat-kamit ngata-ngatain aku, “AWAS, LU!” katanya nakut-nakutin, tapi aku bales, “Emang gue pikirin!” sambil aku halangi dia pas dia mo nge-shoot ke keranjang, AH… dapet! Bola ku dribble ke arah pertahanan lawan, ku over ke temenku, kini giliran dia berusaha keras.. sampai akhirnya bola di over dan shoot! MASUUUK!

Hidup anak-anak Tuhan di dunia gak jauh beda ama pertandingan. Kita harus berlatih dan berusaha sebaik mungkin untuk menang. Ulangi: Untuk Menang!
Huh! Emangnya gampang! Lawan kita itu raksasa-raksasa, tau! Atau kalo di pertandingan basket itu tiang-tiang listrik semua! Mana bisa menang?!

SUDAH MENANG
Cool-cool! Jangan sewot duluan. Ada yang kelewat: TUHAN SUDAH MEMBERIKAN KEMENANGAN ITU BUAT KITA. Lalu ngapain kita susah-susah,man? Hei! Tuhan kita Yesus Kristus adalah Pelatih yang baik dan terbaik, IA selalu menyertai kita, memberi kita semangat.. so, setiap bangun tidur kita ada di zona latihan en berlatih tiap hari dengan sparing partner kita si iblis yang kita jadiin sasaran latihan agar kita pintar berperang en menang!

“..maksudnya hanyalah supaya keturunan-keturunan orang Israel yang tidak mengenal perang yang sudah-sudah dilatih berperang olah Tuhan.” (Hakim-hakim 3:2).

“..Sebab Tuhan Allahmu, DIAlah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu dengan maksud memberikan kemenangan kepadamu” (Ulangan 20:4).

So kenapa kita banyak yang gak menang?
“..berapa lama lagi kamu bermalas-malas sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh Tuhan?” (Yosua 18:3)

Males. Itu dia masalahnya. Pergi! Raih kemenangan itu, berlatih, baca Firman, doa, beritakan Firman, tengking iblis, melayani Tuhan, kerja-kerja-kerja buat Tuhan dan buat jiwa-jiwa, dan kemenangan itu ada di tanganmu!

BUAT APA MENANG?
Menang. Menang…? Menang apaan maksud lo? Ya… menang melawan iblis dan yang terpenting: menang melawan diri sendiri, kedagingan, ego, ke’aku’an kita.

Buat apa kita menang… emang kalo menang kenapa gicu? Lo mo ngasih apa ma gua, istilahnya. Ada tiga tujuan kenapa kita harus menang lawan iblis dan diri sendiri.

Pertama ialah agar tubuh-jiwa-roh kita terhindar dari masalah yang tidak seharusnya kita alami sebagai akibat kekalahan kita, misalkan kekeringan rohani atau masalah-masalah lain gara-gara kita jatuh dalam kekalahan.

Kedua ialah berperang untuk menang adalah kesempatan kita untuk bertumbuh, kalo gak masuk dalam zona latihan or zona perang tiap hari, maka roh kita bakalan sulit bertumbuh, gak ada exciting-nya, rasanya adem ayem.., tenang, akhirnya kering dan lesu.

Ketiga kalo kita menang maka kita akan mengangkat tim kita (gerejaNya) dan tentunya memuliakan Pelatih kita, Yesus Kristus. Liat aja kalo tim basket menang pasti pelatihnya ikutan naek daun, ner-gak!?

“Barangsiapa menang ia akan Kududukan bersama-sama dengan AKU di atas takhtaKU, sebagaimana AKUpun telah menang dan duduk bersama-sama dengan BapaKU di atas takhtaNya.” (Wahyu 3:21).