MamaOla

Senin, 30 Juni 2008

MUJIZAT TERUNIK YESUS DAN HOLLYWOOD

Menurut Renata J. Weems, seorang pakar teolog di Amrik, mujizat terunik dari Yesus adalah kebangkitannya dari kematian. Banyak tokoh yang tercatat bisa melakukan mujizat membangkitkan orang lain dari kematian, tapi membangkitkan diri sendiri dari kematian? Hanya Yesus yang sanggup. Makanya, cerita-cerita atau dongeng atau film-film yang menceritakan atau terinspirasi hal tersebut juga hanya bisa dilakukan oleh tokoh fantasi seperti superhero. Karena nggak mungkin ada manusia yang bisa membangkitkan diri sendiri dari kematiannya sendiri! Ini dia beberapa film yang menceritakan kebangkitan tokoh utamanya dari kematian. [SPOIILER ALERT!]

Superman Returns (2006)
Lex Luthor menciptakan sebuah benua baru yang terdiri dari bahan Krypton, efeknya menghancurkan benua lain dan mengancam keselamatan umat manusia. Di benua itu Superman tidak punya kekuatan apa-apa, ia disiksa, dipukuli dan ditusuk lambungnya. Superman dengan sisa kekuatannya mengangkat benua itu dan membuangnya ke langit. Akibatnya Superman harus mati. Tapi beberapa hari kemudian dia bangkit kembali.


The Chronicles of Narnia:
Narnia dikuasai Ratu Yang berhasil membujuk Edmund untuk jatuh dalam dosa dan menjadi pengkhianat yang menyerahkan Aslan (seekor singa penguasa Narnia sebenarnya) kepada pihak musuh. Untuk menebus nyawa Edmund, Aslan harus disiksa, dipermalukan dan dibunuh. Ketika Ratu merasa dirinya menang, tiba-tiba Aslan bangkit kembali dan memenangkan pertarungan.

The Lord of The Rings: The Two Towers (2005)
Gandalf si penyihir abu-abu bertarung dengan monster kawah api. Untuk dapat menyelamatkan Frodo dan kawan-kawannya, ia harus mengorbankan nyawanya dan masuk ke kawah api. Di saat semua menyangka telah kehilangan Gandalf, tiba-tiba ia muncul dengan perubahan wujud, menjadi penyihir putih.
HOME

Rabu, 25 Juni 2008

MAN OF STEEL 70th ANNIVERSARY

Karena my favorite hero muncul pertama kali Juni 1938 dalam Action Comics #1, berarti bulan ini Superman udah berusia 70 tahun. Superman selalu mengingatkanku pada Yesus yang adalah the all time greatest hero. Baca lagi deh postinganku di blogku yang dulu, tentang 20 Persamaan Yesus dan Superman, Kita adalah Superman dan How To Be A Superhero. (image taken from devianart)

Kamis, 19 Juni 2008

IDOLA


Indonesian Idol kali ini separuhnya adalah anak Tuhan. Tifany, Gisel, Andy, Beto, Patudu, dan Ibeth. Baca profilnya disini dan mari kita doain biar mereka jadi musisi yang sukses, menjadi teladan, memuliakan nama Tuhan dalam karier dan hidupnya dan tidak menjadi batu sandungan bagi penggemarnya. Buat kamu-kamu yang pengen ikut dukung SMS, plis bijak kalo pake pulsa ya.

Ngomong-ngomong soal idola, sebenernya ada degradasi makna dari kata idola. Diambil dari kata eidōlon (greek) yang berarti 'an image of a god used as an object of worship'. Alias gambaran tuhan yang dipakai sebagai objek penyembahan, atau 'A false god' (tuhan palsu). Tapi sekarang, kata idola cuman berarti: 'an object of extreme devotion' (objek pemujaan) atau 'One that is adored, often blindly or excessively' (sesuatu/seseorang yang dipuja, seringkali secara berlebihan). Kini, kata 'idola' dipakai untuk menyebut orang yang populer dan banyak penggemarnya (tokoh, bintang film, penyanyi dsb).

Jadi inget beberapa taun lalu, saya membaca berita seorang ibu yang umurnya udah kepala tiga nulis surat ke satu tabloid, isinya bilang kalo dia sangat ngefans berat sama F4 dan merengek sama suaminya agar memperbolehkan kamar tidur mereka dipenuhi dengan poster F4. Ada lagi cewek yang mulai membanding-bandingkan Tao Ming She dengan pacarnya yang lebih mirip adonan Tahu MinYen. Ada pula seseorang yang maksain pergi ke Taiwan cuman pengen ketemu Vic Zhou. Trus, yang bela-belain ikutan kontes model biar bisa jadi model videoklipnya Vanness Wu, padahal nggak ada muka or postur model. Juga ada yang sampe ngamuk-ngamuk kalo ada yang ngejelek-jelekin Ken Zhu! Saya juga pernah ketemu ama cowok yang bela-belain ngegondrongin rambutnya gara-gara pacarnya maksa dia harus kayak Jerry Yan!


Lu rese banget sih! Masa suka F4 aja nggak boleh? Apa nggak ada yang laen yang bisa ditulis? Hehe, gitu kali ya remaja yang baca blogku ini. Memang nggak aneh sih. Dari zaman nenek buyut kita, yang namanya ngidolain orang tuh selalu ada. Dari yang cuman sekedar suka sampe yang tergila-gila.


Tapi kalo sampe anak Tuhan yang tergila-gila? Hmmm.. ini yang bikin pusing. Sebetulnya menyukai suatu tokoh adalah hal yang wajar, sangat wajar. Bahkan boleh dibilang bagus jika berdampak positif bagi kehidupan kita. Tapi sebagai anak Tuhan, ngefans or “mengidolakan” seseorang tentunya harus melalui banyak pertimbangan:

1. Apakah tokoh yang kita “idolakan” membawa kita kepada hal negatif? (termasuk membuat kita menomorduakan Tuhan). Jika ya.. bertobat dan tinggalkan. “..yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.” (2 Korintus 4:4).

2. Apakah tokoh yang kita “idolakan” mengambil banyak sekali perhatian kita? Jika ya, kembali ke poin 1 atau lihat poin 3.

3. Apakah tokoh yang kita “idolakan” membangun kita? Membawa kepada hal yang positif? Jika ya.. lihat poin no 4.

4. Yang utama harus tetap Tuhan Yesus di atas segalanya: pikiran-perkataan-perbuatan. "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. (Matius 22:37). “Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3:6).

5. Mana yang lebih berpengaruh dalam hidup kita: Firman Tuhan atau sikap/perkataan tokoh pujaan kita?

6. Mana yang lebih kita tiru: gaya hidup Yesus atau gaya hidup idola kita?

7. Mana yang lebih menyita waktu, pikiran dan perhatian kita: Tuhan atau idola kita?

8. Saat idola kita mengecewakan: kecewa berat or asik-asik aja?

9. Berhati-hatilah dengan pola pikir yang kita terima, baik dari kepribadian si idola ataupun cerita yang dibawakan si idola. Firman Tuhan harus tetap jadi pedoman nomor satu.

Khusus buat para pembaca blog yang ngerasa sebagai prajurit Allah: “Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. (2 Timotius 2:4). Bangun tidur, ingatnya idola atau episode film yang tadi malam kita tonton. Ada show idola kita di tipi, lupa doa, lupa makan, lupa mau nganterin mami ke pasar. Milih pasangan hidup, ngotot pengen kayak idola kita. Kayaknya, ada banyak hal lain yang perlu jadi fokus perhatian dan pikiran kita: pelayanan kita kepada Tuhan, jiwa-jiwa, dan keluarga kita. Yaa.. semua demi kebaikan kita supaya kita nggak terganggu dalam melayani Tuhan.

“Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan”. (1 Korintus 7:35).

“Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus” (Filipi 3:7-8). (F! www.kacamata3d.blogspot.com).


HOME

Minggu, 08 Juni 2008

BIBLICAL CASPIAN

Ada yang bilang buku The Chronicles of Narnia memang dibuat C.S.Lewis khusus untuk mengajarkan anak-anak tentang alkitab, meskipun ada juga yang bilang kalo hal itu baru ditambahkan olehnya setelah ceritanya jadi. Apapun, kayaknya kita semua setuju kalo cerita karangan C.S.Lewis ini memang kental dengan simbol kekristenan. Termasuk filmnya (mengingat ada beberapa perubahan yang dilakukan oleh produser). Dimulai seri ke satu: The Lion, the Witch and the Wardrobe, yang bercerita tentang pengorbanan Yesus menebus manusia dari dosa, kini Prince Caspian mengajarkan kita tentang iman.

Sinopsis: Setahun sudah sejak 4 bersaudara Peter, Susan, Edmund dan Lucy meninggalkan Narnia, tapi sekitar 1300 tahun berjalan di negeri Narnia. Narnia kembali mengalami perang dan kalah. Kaum manusia pendatang (telmarines) menjajahnya dan membuat penduduk Narnia ‘punah’. Ternyata mereka masih tersisa, dan Pangeran Caspian dari Telmarine tanpa sengaja memanggil keempat bersaudara ini kembali ke Narnia. Mereka harus memimpin Narnia merebut kembali tanahnya. Tapi Aslan, sang penguasa Narnia, menghilang.

SPIRITUAL SYMBOL
- Aslan: masih sama seperti di film pertamanya, Aslan adalah simbol dari Tuhan, Christ figure. Di film ini, tema besarnya adalah ‘mencari Aslan’, karenanya Aslan hanya muncul di bagian akhir. Menggambarkan pencarian manusia akan Tuhan dan pertolonganNya. Kadang Tuhan bersembunyi untuk menguji manusia.


“Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan." …. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. (2 Petrus 3:4-10)

- Pangeran Caspian: dia adalah calon raja, tapi untuk menjadi raja ia harus melewati banyak rintangan. Menggambarkan bahwa segala sesuatu ada prosesnya dan motivasi dibalik kesuksesan. Dan seringkali proses itu panjang dan berat. Banyak pilihan harus dibuat. Dan Caspian sempat diuji motivasinya, apakah dendam (karena ayahnya dibunuh) atau ingin memulihkan negerinya.

- Peter: seorang raja Narnia yang punya hati melayani. Ia bersedia melayani Pangeran Caspian. Menggambarkan servant leadership, kepemimpinan yang melayani. Tapi juga Peter menggambarkan iman yang lemah (karena tidak percaya bahwa Aslan masih ada) dan mengandalkan kekuatan manusia (ketika menyerang Telmarine tanpa mencari Aslan terlebih dahulu).

- Susan: awalnya dia ketakutan akan semua yang terjadi. Tapi ketakutan itu dia ubah jadi kepercayaandiri.

- Edmund: dalam film pertamanya, ia adalah sang pengkhianat. Tapi kali ini ia menebusnya dengan berjuang di jalan yang benar. Sama seperti Petrus yang menyangkal Yesus, tapi kemudian menebusnya dengan menjadi rasul yang berkuasa. Menggambarkan pertobatan yang berbuah.

- Lucy: hanya dia yang yakin telah melihat Aslan (yang menghilang ratusan tahun), tapi ia harus bimbang karena tidak ada satupun yang percaya padanya. Lucy menggambarkan iman yang teguh yang pada akhirnya menyelamatkan semua. Karena keyakinannya pada Aslanlah yang membuat pertempuran yang tidak seimbang dapat dimenangkan. Ia harus teguh meyakinkan semua orang akan keberadaan Aslan. Lucy juga menggambarkan bahwa sekalipun dia yang paling kecil, tapi bersama Aslan, dia paling besar! (renungkan adegan Lucy menghadapi ribuan tentara Telmarine hanya dengan sebilah belati kecil, tapi dengan Aslan di belakangnya, pasukan itu tunggang langgang).

- Trumpkin: dia adalah penduduk Narnia yang tersisa dari kaum dwarf, setelah menghilangnya Aslan, ia jadi skeptis dan pesimis. Menggambarkan kita yang mungkin sekian lama tak merasakan kehadiran Tuhan atau berpikir Tuhan itu tidak ada atau tidak adil. Pandangannya selalu pesimis dan selalu meremehkan hal rohani. Pada akhir cerita, Aslan mengaum padanya, menghapus segala ketidakpercayaannya.

- Reepicheep: Bangsa tikus penduduk Narnia. Pejuang yang tangguh tapiu sombong. Ia selalu tersinggung jika ada yang meremehkan dia (karena dia seekor tikus) dan mengatakan dia lucu. Melambangkan kesombongan manusia akan kemampuannya. Ketika ia kehilangan buntutnya dalam perang, ia meminta Aslan untuk menumbuhkannya lagi karena ia malu kalo tidak punya buntut. Aslan bilang bahwa Reepicheep jangan memikirkan harga dirinya tetapi pikirkan kepentingan rakyatnya.

- The White Witch: Penyihir Putih yang sudah dikalahkan Aslan dan dikurung di tembok es. Ia muncul kembali dan ingin dibebaskan dengan menawarkan pembalasan dendam kepada Caspian dengan cara meminta darahnya. Menggambarkan ketika kita dikuasai dendam, iblis berusaha masuk dan mempengaruhi kita agar kita dikuasai olehnya.

RENUNGAN DARI KUTIPAN FILM

- Lucy bilang kalo ia melihat Aslan. Semua tidak ada yang percaya. Peter bilang ‘Kenapa saya tidak melihatnya?’. Lucy menjawab, “Mungkin karena kamu tidak mencarinya”.

Apakah Tuhan ada? Kenapa Dia tidak menampakan diri? Kenapa Tuhan diam saja? Kenapa Tuhan membiarkannya? Kenapa Tuhan tidak menolong? Dimana Tuhan? Mungkin pertanyaan serupa pernah kita tanyakan. Kenapa? Jawabannya mungkin karena kita tidak betul-betul mencariNya.

- Ketika tidak ada yang percaya bahwa Lucy melihat Aslan, Edmund bilang: “Terakhir kali aku tidak percaya pada Lucy, aku terlihat seperti orang bodoh”.

Edmund menggambarkan kita yang sebenarnya ingin percaya, tapi takut untuk melakukannya apa yang kita percayai. Ia sedikit percaya pada Lucy untuk mencari Aslan, tapi kemudian ia ikut dengan yang lain untuk menempuh jalan sendiri.

- Peter bilang, seandainya saja Aslan bisa memberikan semacam ‘bukti’ akan kehadirannya di hutan tempo hari. Lucy menjawab, “Mungkin justru kitalah yang harus membuktikan diri kita padanya”.

Kadang kita minta bukti akan keberadaan Tuhan, kemahakuasaanNya, kebaikanNya, mujizatnya, pertolonganNya, kehadiranNya. Tapi apakah kita sudah cukup bisa membuktikan diri kita padaNya? Mungkin kita juga bilang kalo kita percaya padaNya, tapi apakah Tuhan percaya pada kita?

“…banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya. Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, dan karena tidak perlu seorang pun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.” (Yohanes 2:23-25)

- Ketika Lucy bertemu dengan Aslan, Lucy bilang kalo Aslan terlihat lebih besar. Lalu Aslan menjawab, “Setiap tahun kamu bertumbuh, begitu juga dengan aku”. Versi bukunya bilang, “Setiap tahun kamu bertumbuh, kamu akan melihatku semakin besar”.

Semakin rohani kita bertumbuh, kita akan semakin menyadari bahwa Tuhan adalah segalanya. Tuhan akan semakin besar, dan kita akan jadi semakin kecil. “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” (Yohanes 3:30). Sebaliknya jika kerohanian kita menurun, maka kitalah yang menjadi semakin ‘besar’ dan melupakan Tuhan.

- Ketika Lucy bertemu dengan Aslan dan bertanya kenapa Aslan tidak menolong penduduk Narnia seperti yang pernah dilakukannya dulu, Aslan menjawab “Tidak ada hal yang sama terjadi berulang”.

Pertolongan Tuhan sering kali tidak berpola. ‘Pengalaman’ bukanlah guru yang terbaik, bahkan kadang jadi guru yang buruk. Perjalanan hidup kita harus selalu minta petunjuk Tuhan, karena seringkali Tuhan punya rencana yang berbeda dari yang pernah kita alami sebelumnya. Sama kayak Daud yang harus selalu minta petunjuk Tuhan untuk berperang, Tuhan tak pernah memberikan strategi yang sama untuk menghadapi musuh yang berbeda. Suatu saat mungkin Tuhan memberikan jalan keluar A, tapi berikutnya sekalipun kasusnya sama tetapi Tuhan bias saja memberikan jalan keluar B, karena hanay Tuhan yang tau apa yang terbaik.

- Ketika Peter mengambil keputusan untuk menyerang Telmarine tanpa mencari dahulu Aslan, Lucy bertanya: “Kau melakukan ini untuk siapa?”

Seringkali kita seolah-olah melakukan kebenaran atau hal untuk kebaikan, tapi selidikilah motivasi terdalam kita. Apakah untuk memuliakan Tuhan atau memuliakan diri sendiri? Untuk menolong orang lain atau ego?

- Ketika tahta Narnia akan diberikan pada Caspian, dengan rendah hati Caspian bilang: “Aku pikir aku tidak pantas (untuk menjadi raja Narnia)” dan Aslan bilang, “Justru karena alasan itulah, saya tau kamu pantas”.

Kerendahanhati adalah tanda kita siap menjadi pemimpin yang baik. Yesus sendiri menekankan: “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Matius 20:26-28). (by FeryGFRESH! www.kacamata3d.blogspot.com, jangan beli bajakan!)
HOME

Minggu, 18 Mei 2008

PARAH!!!!

Mia, ponakan saya lagi ikut ujian akhir nasional (uan) di SDnya minggu lalu. Di hari pertama ujian, dia ditawari secarik kertas bocoran dari temannya. Katanya bocoran itu dia dapet dari salah satu guru di situ lantaran takut SDnya dapet malu kalo murid-muridnya gak lulus semua!

Mia sejak kecil dididik ortunya (kakak saya) untuk memegang prinsip. Salah satunya adalah untuk jujur dan belajar sungguh. Dan saya salut sama ponakanku yang satu ini, dengan yakin dia menolak kertas bocoran itu dan berkata, “Kalo saya nyontek, buat apa saya bangun subuh-subuh untuk belajar selama ini?”. Standing Applause! Anak SD udah punya integritas tinggi! Sayapun memberi tambahan semangat padanya, “Mia, sekalipun nanti nilai Mia mungkin lebih rendah daripada temen-temen Mia yang lain, justru Mia harus bangga!” Dan dia membuktikan nilainya bagus-bagus tanpa harus ikut korupsi!

Hati ini sedih. Pantes aja negara ini penuh dengan koruptor, karena sewaktu kecil mereka sudah dididik untuk menjadi seorang koruptor. Tanpa sadar. Dan ini dilakukan oleh orang-orang tua dan guru-guru kita. Kok bisa?


Saya mampir di pameran perpisahan anak TK di sebuah sekolah ternama. Disitu dipajang ‘hasta karya’ anak-anak TK. Ada telur dihias pita, ada lukisan krayon, dsb. Saya mengernyitkan dahi. Ada beberapa karya yang memang terlihat seperti karya anak TK, tapi banyak diantaranya tidak mungkin dibuat oleh anak TK! Masa ada karya model rumah dari kayu dengan furniture detil! Satu lagi… ada lukisan monalisa mirip banget sekalipun dari krayon! Siapa lagi yang bikin kalo bukan ortunya (or sodaranya). Sejak kecil kita terbiasa untuk mementingkan nilai raport dan apa kata orang dibanding ‘belajar’. Gapapa hasta karya dibikinin ortu yang penting bagus. Gapapa pe-er dikerjain kakak yang penting lulus. Dan kita belajar untuk curang sejak kecil.

Rabu, 14 Mei 2008

JANGAN SALAH PAKE KACAMATA

LIFE IS BEAUTIFUL
Aku nonton lagi my favorite film berjudul Life Is Beautiful, film drama komedi pemenang Academy Award 2000 untuk skenario terbaik kategori film non Amerika. Film ini menceritakan tentang kasih seorang ayah yang tidak ingin anaknya yang masih kecil menderita. Di tengah tekanan Nazi jaman itu, sang ayah yang adalah keturunan Yahudi harus mengalami kerja berat sementara orang yang tidak mampu bekerja, seperti anak kecil dan orang tua, habis dibantai. Sang ayah memberikan suatu sudut pandang kepada anaknya, ia mengatakan kepada anaknya bahwa semuanya hanya permainan seperti petak umpet dengan Nazi, jangan sampai ketahuan dan jika mengikuti aturan akan mendapat point dan jika bisa ngumpulin 1000 poin maka akan dapet hadiah utama. So, sementara semua dianiaya oleh Nazi, si anak menikmati masa kecilnya bermain petak umpet dengan gembira karena ia memandang semuanya hanyalah permainan.

KACAMATA
Life is beautiful, betul kata Antonio Benigni, pemain ayah dalam film itu, tergantung bagaimana kita memandangnya. Optimis or pesimis. Si Bowo dan Si Gun-gun dikirim bosnya buat survey perluasan pasar untuk produk sendal jepitnya ke Kuruwawa, sebuah dusun luas di pedalaman Afronisia. Seminggu kemudian mereka pulang membawa berita yang sama but beda buat bosnya. Bowo melapor bahwa, “Bos! Semua orang disana nggak ada yang pake sendal! Waduh, jangan mau jualan sendal jepit di Kuruwawa! Nggak bakalan laku!”, sementara Jordan melapor, “Bos! Semua orang disana nggak ada yang pake sendal! Ini kesempatan kita untuk masarin produk kita! Pasti laku, Bos! Hua ha ha”. Pesimis atau optimis tergantung kacamata.

Si Yobulu dan Mapili, sebut saja begitu, adalah teman segank-nya Yosua dan Kaleb. Mereka adalah empat orang dari selusin orang yang diutus Musa buat survey juga, kali ini ke tanah Kanaan, sebelum mereka semua bisa masuk ke kota itu. Pulangnya mereka laporan. Si Yobulu dan Mapili berkata, “Musa, di Kanaan buanyak raksasa, dan kita kayak belalang en bisa dijadiin santapan buat mereka! Sebaiknya kita jangan masuk ke sana!”. Serupa tapi tak sama hasil laporannya Yosua dan Kaleb, “Musa, Kanaan buanyak raksasa, dan mereka bagaikan belalang en sarapan buat kita, karena kita datang bersama Tuhan pencipta langit bumi! Mari kita masuk ke dalamnya!”. Pesimis atau optimis tergantung kacamata.

Seekor marmut kaku melihat seekor kobra menatapnya penuh rasa lapar. Mata kobra menghipnotis menusuk bola mata dan nyali si marmut yang tak bisa menggerakkan anggota badannya yang tiba-tiba kaku padahal si kobra masih dua meter jaraknya. Sampai akhirnya seorang pengembara menghalangi pandangan si marmut sehingga dia dengan secepat kilat masuk ke lubang pohon. Coba kalo dari tadi si marmut nggak terfokus sama si kobra, pasti nggak kaku dan bisa langsung lari. Tergantung kacamata!

Daud dibanding kakak-kakaknya? Jauuh man! Daud kecil imut sementara kakak-kakaknya tinggi besar en udah digojlok di militer. Lalu Daud dibanding Goliat? Bukan jauh lagi, tapi puluhan kali bolak balik Cirebon-Venezuela nggak nyampe-nyampe saking jauhnya. Raja Saul dan orang Israel mukanya pucat pasi, lidah menjulur, mata melotot, keringat membanjir, gara-gara ketakutan sama Goliat. Tapi apa kata si imut Daud? “Dasar Goliat bongsor, kamu boleh datang pake pedang panjang, tapi aku datang dalam nama Tuhan pencipta langit dan bumi!” dan syut... BAM! jidat Goliat ancur kena ketepel Daud. Gubrak! Pesimis atau optimis. Daud memakai kacamata Allah, melihat kepada Allah dan bukan pada Goliat. Kacamata.

Pas Stefanus dilempari batu, ia memakai kacamata Allah, ia tidak melihat batu-batu itu, tetapi melihat orang-orang yang melemparinya dan berdoa mengampuninya.

Pas murid-murid Yesus terjebak cuaca badai di tengah laut, mereka salah memakai kacamata, yang hanya melihat badai, padahal disitu ada Yesus sang pencipta cuaca.
Pas kita berhadapan dengan iblis, muka dengan muka, pake kacamata yang tepat, sehingga kita nggak terfokus pada gigi taring si iblis yang cuman boongan, tetapi kepada sendal yang dipake Yesus yang siap menginjak-injak si iblis. (Lukas 10:19).
Kacamata apa yang sedang kita pake? Itu akan sangat menentukan jalan hidup kita. Sayangnya, pas kita lagi dalam masalah, seringkali kita salah pake kacamata yang hanya melihat kepada besarnya masalah itu, akibatnya kita jadi menyerah pada keadaan, hati jadi pahit dan kecewa sama orang lain, pikiran jadi pesimis melulu, iman tidak lagi jadi berfungsi dan masalah rasanya besaaar sekali. Padahal ada yang lebih besar. Yesus. (F! www.kacamata3d.blogspot.com)

Sabtu, 10 Mei 2008

HOAX ANTIKRIS-666

Kayaknya bukan saya aja yang dibombardir dengan sms dan email yang bilang kartu AXIS dari antikris or 666 or or gereja setan. Saya cuman tersenyum dan langsung delete aja. Sudah pasti hoax.

Hoax: An act, document or artifact intended to deceive or defraud. (urbanlegend.com)

Hoax adalah usaha untuk memperdaya orang-orang agar mempercayai sesuatu yang salah menjadi benar (id.wikipedia).


Eeeehhh… barusan banget saya dapet sms yang baru:
Tgl 11-13 Mei akan dilepas roket satelit 666/antikris ke angkasa untuk menangkap jiwa-jiwa lewat no hp-nya. Jadi dihimbau tgl 11-13 Mei harap lepas kartu dari hp untuk sementara… bla-bla-bla


OmyGod! Plis stop being bodoh. Biasanya hoax itu:
- Gak ada pengirim/penulis aslinya.
- Pake huruf capital en urgent, memaksa, menyuruh untuk memforward (bahkan ada yang pake ancaman, misalnya kalo gak diforward bakalan celaka dsb, huehehe).
- Gak ada bukti akurat atau keterangan sumber yang bisa dipercaya.
- Pake judul ‘this is not a hoax’, atau ‘this is real’

Atau ada beberapa tips mengenali hoax di sini. Atau kamu bisa cek dulu di sini or di sini.

Sebelum ini kamu mungkin pernah dapet hoax tentang 666 yang klasik kayak tentang Barcode mengandung 666, Procter&Gambler menyumbang gereja setan, atau Mondex en Motorola bikin chip 666, atau Bill Gates adalah antikristus. Yang terbaru: Obama adalah antikristus!

So, jangan buru-buru menyebarkan email or sms yang isinya gak jelas, itu sama dengan menyebarkan kebohongan, ketakutan, kecemasan. Selidiki dulu, pikir dulu dengan logika, dan stop jadi bodoh. Jangan-jangan kita jadi ikutan ‘membunuh’ karir seseorang atau membuat bangkrut perusahaan orang. Misalnya, iya kalo bener AXIS dari gereja setan… kalo nggak? Perusahaan bangkrut karyawan nganggur, apa gak ikutan berdosa tuh?

Tambahan tentang hoax AXIS:
- Katanya ada orang meninggal setelah pake AXIS. Saya udah cari sumbernya, en gak ada! Yang ada cuman joke berikut:
:::::::Seorang anak perempuan setelah meninggal kemudian hidup lagi setelah orang tuanya membeli kartu operator AXIS, di kabarkan bahwa, penyebab hidupnya anak perempuan itu adalah tergiur dengan harga tarif AXIS yang murah, kata-kata pertama sang perempuan, "mau murah? AXIS aje........lebih murah dari operator sebelah!"
:::::::Terjadi lagi! AXIS lagi-lagi membuat masalah, seorang bocah ditemukan terbaring di rumah sakit karena AXIS, penyebab mulanya tidak diketahui, namun setelah di selidiki, bocah yang biasa menggunakan kartu operator lain yang banyak trik hitungan detik, terkejut sampai jantungan dengan harga AXIS yang sangat murah sekali, bibir sang anak ditemukan bukan dower lagi! namun jontor karena ngobrol 36 jam nonstop!

- Katanya jangan angkat kalo ada telepon dari nomor 0866xxxxx, dari AXIS, bisa mati! OmyGod... AXIS bukan 086 tapi 083!

- Katanya AXIS dari gereja setan, liat aja tarifnya pake enam semua. Liat aja nanti juga berubah, enam masih belum murah, yang lain udah perang tarif, nanti juga turun harga, hehe. Kalo gak turun harga pasti kalah bersaing sama kartu yang lain.

- Menurut salah satu costumer servise AXIS, nama AXIS adalah berasal dari MAXIS (share holder asing mereka yang pertama adalah MAXIS) sebelum di beli oleh Saudi Telecom Company. Offer 666 adalah utk kemudahan mengingat (Rp 1 / detik which is sama dgn Rp 60/menit).

- Saya kirim email ke AXIS seputar isu ini dan ini jawaban dari mereka:
Dear Pak Fery
Terima kasih atas emailnya

Di bawah ini adalah tanggapan kami seputar isu yang berkembang :

AXIS adalah operator GSM dan 3G nasional yang bertujuan untuk menjadikan layanan GSM dan 3G terjangkau bagi sebagian besar masyarakat Indonesia dengan cara mengembalikan kontrol kepada konsumen melalui penawaran tarif yang mudah dimengerti, transparan dan kompetitif. AXIS didukung oleh dua pemegang saham utamanya, yaitu Saudi Telecom Company (
www.stc.com.sa), sebuah perusahaan telekomunikasi terbesar di Saudi Arabia dan Maxis Communications Bhd, perusahaan telekomunikasi terkemuka di Malaysia (www.maxis.com.my). Untuk informasi lebih rinci mengenai AXIS, silakan kunjungi www.axisworld.co.id

Skema tarif AXIS saat ini yang semuanya dimulai dengan angka 6, seperti Rp60/menit untuk sesama AXIS, Rp60/SMS ke semua operator atau Rp600/menit ke operator lain disusun untuk memudahkan konsumen mengingat skema tarif yang diberlakukan AXIS. Tidak ada unsur lain yang mendasari penyusunan skema tarif ini.

AXIS memahami bahwa saat ini banyak beredar SMS yang menghubungkan AXIS dengan satu kepercayaan tertentu yang disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Namun demikian AXIS percaya bahwa masyarakat Indonesia dapat mengambil sikap yang bijak dan tidak mudah mempercayai hal-hal yang belum tentu kebenarannya.

Semoga penjelasan singkat ini dapat memberikan sedikit gambaran tentang AXIS


Kamis, 08 Mei 2008

IRON MAN: BANGKIT DARI KEMATIAN

Aku bukan penggila komik, dan tokoh Iron Man juga baru aku kenal belakangan ini, tapi begitu ada kabar kalo komik ini bakalan diangkat ke layar lebar, Iron Man adalah superhero yang patut ditonton sedikitnya dua kali di bioskop. Dan betul, rabu kemaren aku nonton untuk yang kedua kalinya. Hehe.

Jagat para penggemar komik banyak yang bingung… Kenapa harus Robert Downey Jr yang main sebagai Tony Stark/Iron Man? Secara umurnya udah 42 tahun en kata istri saya: nggak cakep, bo! Hehe. Downey Jr adalah actor peraih Oscar lewat perannya sebagai Charlie Chaplin dalam film Chaplin (1999). Sebelumnya, reputasinya rada-rada buruk gara-gara kecanduan obat-obatan terlarang dan alcohol, hingga harus keluar masuk rehab dan penjara. Makanya dia ngaku kalo tokoh Tony Stark cocok buat dia karena dia merasa punya pengalaman yang sama dengan Iron Man, keluar dari kesalahan hidup yang ia pilih.

Spoiler Alert! Emang apa kesalahan Tony Stark? Tokoh ciptaan Stan Lee dari Marvel Comics ini adalah seorang playboy jenius multimilyuner. Sejak muda dia udah menciptakan berbagai perangkat yang spektakuler, dan di masa remajanya ia bisa menciptakan senjata. Ayahnya adalah salah satu pencipta bom atom dan ikut serta mengalahkan Nazi. Tony mewarisi perusahaan pembuat senjata milik ayahnya: Stark Industries. Ia dianggap sebagai pahlawan karena dengan senjata-senjata mutakhir miliknya ia menciptakan ‘perdamaian’.

Karena terbiasa hidup mewah dan bekerja sendiri, ia sering menganggap remeh orang lain. Bagi banyak orang ia adalah pahlawan bangsa, karena ia membiayai berbagai penelitian biologi, kesehatan dan kemiskinan di negaranya. Tapi bagi beberapa yang lain ia ‘tak punya hati’ karena kekayaannya berasal dari ‘pembunuhan massal’ yang ia danai lewat supply alat-alat perang. “Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati.” (Amsal 16:2)

Tapi semua berubah dalam 3 bulan. Obadiah, rekan bisnisnya, ingin menguasai Stark Industries. Ia membayar teroris untuk membunuh Tony. Tapi karena sang teroris menyadari bahwa yang harus dibunuh adalah Tony, mereka berubah pikiran dan menyekp Tony di sebuah gua di Afganistan. Ia disuruh membuat senjata termutahir yang pernah Tony captain: The Jericho Missile, yang menggunakan teknologi reaktor repulsor.

Dalam penculikannya, Tony hampir kehilangan jantung (heart)-nya gara-gara bom ciptaannya sendiri. Ia menciptakan alat yang membuat jantung/heart-nya tetap berdetak dengan repulsor. Dan selama tiga bulan disekap, bukannya membuat The Jericho, ia malah membuat kostum robot yang membuatnya bisa kabur. Inilah cikal-bakal pakaian Iron Man.


Setelah itu Tony menemukan tujuan hidupnya: menolong dan melindungi yang lemah sebagai Iron Man. Ia menyadari kalo pekerjaannya telah membunuh banyak orang. Ia juga menemukan bahwa ada orang-orang yang setia sebagai sahabatnya yang selama ini ia anggap remeh. Hati/heart-nya telah berubah. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23).

SENJATA PALING MUTAKHIR
Pakaian Iron Man adalah senjata paling mutakhir. Negara yang punya selusin pakaian ini akan menguasai dunia, itu kata si teroris. Tapi, pakaian ini tak berfungsi tanpa reaktor repulsor yang ada dalam ‘hati’-nya Tony Stark. Obadiah menyadari itu dan mencurinya dan menyalahgunakannya untuk membuat pakaian 'monster'.

Sama seperti pakaian Iron Man, Tuhan telah memberi macam-macam karunia dan kuasa kepada kita anak-anakNya. Tapi semua itu tergantung kepada hati kita, kita bisa menggunakan segala kuasa dan karunia yang sudah Tuhan kasih untuk menjadi 'pahlawan' atau 'pembunuh massal'. Hati kita memancarkan kehidupan, makanya kita harus menjaganya, itu kata Tuhan. Kalo kita tidak menjaganya, maka bukan kehidupan yang akan terpancar, tapi kematian. Perkataan dan perbuatan kita bisa ‘membunuh’ orang lain dan itu datang dari hati kita. “Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya." (Lukas 6:45b).

MENYIA-NYIAKAN HIDUP
Hidup Tony Stark pantas dihabisi, ia adalah ‘pembunuh massal’ dengan senjata-senjata ciptaannya, ia berfoya-foya, ia tidak peduli orang lain. Tapi Yinsen, seorang dokter yang menemaninya selama disekap teroris, telah menyelamatkan hidupnya dua kali: ia membuat jantung Tony tetap berdetak waktu kena pecahan bom dan terakhir ia mengorbankan nyawanya sendiri agar Tony bisa kabur. Kata-kata terakhirnya adalah: “…don’t waste your life!”, “…jangan sia-siakan hidupmu”. Buat Yinsen, hidup Tony sangat berharga, ia bisa melihat potensi besar jika Tony bisa berubah. Dengan kasih dan persahabatan yang ia jalin, Yinsen telah mengubah karakter Tony.

Kayak si Yinsen, Yesus adalah pribadi yang menemani kita dalam hidup kita menemukan tujuan. Bagi orang lain atau bahkan bagi diri kita sendiri mungkin hidup kita tak berarti, tapi bagi Yesus hidup kita sangat berharga. Kalo nggak, buat apa Dia rela mengorbankan nyawaNya agar kita ‘hidup’? Nah, apakah kita akan menyia-nyiakan hidup kita? Temukan tujuan hidup kita: untuk Tuhan dan menolong orang lain. "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." (Lukas 10:27). (by FeryGFRESH! http://www.kacamata3d.blogspot.com/ STOP BELI BAJAKAN!)

HOME

Senin, 05 Mei 2008

TAKUT SINGA

Suatu hari minggu, si Koko (Jeremy, keponakanku, 5 tahun) menghampiriku dan bertanya, “Pepeh (nama panggilanku di rumah), Pepeh takut nggak sama singa?”.
“Kalo singa kartun sih nggak!”
jawabku bercanda.
“Bukan, singa beneran!”
“Kalo di kebon binatang sih nggak”
“Nggak…, singa di hutan!!”
“Oh, ..ya… takut lah!”
Lalu dia mengambil permen KISS dan memberikannya padaku, di balik bungkus permen itu ada tulisan “Jangan Takut”.

“Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut!" (Ratapan 3:57)

Senin, 21 April 2008

PERTANYAAN POPULER

Pertanyaan yang populer dalam pelayanan remaja adalah… “Bolehkah berpenampilan ‘beda’ saat melayani di gereja?”. Maksudnya ‘beda’ disini tau kan, misalnya rambut dicat, pake baju trendi, bertato dst, dkk, dll, dsb. Ini karena banyak remaja seumur kita memang senang berpenampilan heboh atau ngikutin trend, sementara para pemimpin pelayanan yang kita libatin kebanyakan menganggap hal itu gak sopan (kalo gak mau dibilang sesat!). Jawaban pertanyaan itu biasanya berkutat dari 2 jawaban, yakni: ‘ya, boleh’ (alasan: don’t judge book by its cover) atau ‘no way!’ (alasan: jangan jadi batu sandungan!).

Ini dia, aku punya jawaban selain dua yang tadi. Ya, sebenernya gabungan dari dua tadi. Segala sesuatu kembali pada tujuan kita hidup di dunia: (1) menyembah Tuhan (2) melayani manusia (baca GF! Edisi Desember 2007). Kalo kita mau melakukan sesuatu, liat dulu dua tujuan kita itu. Kalo dinyanyiin sama Duo Maia mungkin lagunya jadi kayak gini: “Aku mau makan, kuingat Tuhan. Aku mau ngecat rambut kuingat Tuhan dan orang lain”… hehe, lagunya jadi gak enak gini ya? Jadi jawabannya ‘no way’ dong? Eitss, belum tentu. Pertama tanya dulu apakah Tuhan berkenan, lalu yang kedua liat apakah orang lain jadi tersandung atau nggak. Paulus wanti-wanti banget jangan sampe kita jadi batu sandungan lho.

Nggak jadi batu sandungan bukan berarti harus konvensional lho. Jadi konvesional justru kadang malah jadi batu sandungan. Saya punya cerita temen saya seorang worship leader di sebuah persekutuan pemuda yang jemaatnya banyak anak rocker, lalu dia malah berpenampilan kayak bapak-bapak taun 70-an, kelimis, berjas berdasi sepatu mengkilat. Tentu saja ini malah jadi batu sandungan, jemaatnya pada ngetawain en kabur. Beda lagi sama satu anak muda yang ngotot pengen pake jeans waktu melayani, padahal yang dilayani para bapak-bapak profesional yang udah tua-tua. Yaaa… hasilnya dianggap menghina en gak sopan. Itu juga jadi batu sandungan. So, intinya setelah tanya Tuhan, liat sikon. Liat orang lain. Jangan sampe Tuhan gak nyampe kepada mereka gara-gara kita melayani jadi batu sandungan.


Ada jawaban lain yang lebih hebat. Kalo pengen berpenampilan seenak kita tapi orang lain gak tersandung adalah dengan menonjolkan hati dan perbuatan kita. Inget Romo Mangun? Penampilannya mungkin bagi sebagian orang dianggap gak sopan, gondrong, berjanggut gak rapi, berpakaian gak formal. Tapi kok orang lain malah segan sama dia, bahkan ‘memuja’nya. Itu karena Romo Mangun terkenal hatinya yang baik, dan perbuatannya yang berdampak bagi masyarakat yang dilayaninya. Penampilan? So what gitu lho! Masalahnya, kita suka bilang ‘jangan liat penampilanku’ tapi justru penampilan yang kita tonjol-tonjolkan, sedangkan perbuatan dan hati kita? Biasa-biasa aja (atau bahkan malah buruk, omyGod!).

“Sebab kalau Allah memerintah hidup seseorang, apa yang ia boleh makan atau minum, tidak lagi penting. Yang penting ialah bahwa orang itu menuruti kemauan Allah, mengalami ketenangan hati dan menerima sukacita yang diberikan oleh Roh Allah. Orang yang melayani Kristus secara demikian, orang itu menyenangkan hati Allah, dan dihargai oleh orang-orang lain.” Roma 14:17-18 BIS.

HOME

Selasa, 01 April 2008

SPIDER-MAN 3 BIBLE STUDY

Kemaren aku liat-liat buku di gramed, en ada buku Islam tentang Spider-Man berjudul 'Spider-Man, I Will Kill You". Isinya perspektif islam tentang film Spider-Man, dan menariknya... tulisanku dikutip disana! OmyGod. Hehe. Untung aja si penulis betul-betul sopan mencantumin sumbernya. Di dunia maya, ce ile, tulisanku ini juga menyebar di blog-blog lain, bahkan aku sendiri pernah dapet email isinya tulisanku sendiri! Tanpa mencantumkan penulisnya dan sumbernya, wehehehe. So... saya posting lagi deh tulisanku tentang Spider-Man 3 ini, kalo ada yang mau copy, boleh kok, tapi plis sertakan link ke artikel orisinilnya dwong, hehe. Trims!

Ini dia artikelnya:

Spoiler warning!: Buat yang belum nonton Spider-Man 3, hati-hati ada spoilernya!

Pemain: Tobey Maguire, Kirsten Dunst, James Franco, Rosemary Harris, J.K. Simmons, Thomas Haden Church, Topher Grace, Bryce Dallas Howard, Daniel Gillies, Ted Raimi, Adrian Lester, Theresa Russell, James Cromwell, Elizabeth Banks, Steve Valentine.
Penulis: Alvin Sargent
Sutradara: Sam Raimi
Sinopsis: Peter akhirnya mendapatkan cinta MJ, tapi ia juga harus menjalankan tugasnya sebagai pahlawan Spidey. Di tengah usahanya untuk menyeimbangkan waktu, pakaian Spidey-nya terkontaminasi alien sehingga menjadi hitam dan merasuk ke tubuhnya. Ia menjadi sombong dan jahat. Sementara itu, musuh supernya yang baru: Sandman dan New Goblin membuatnya kewalahan, tapi lebih kewalahan lagi ketika ia harus bertarung dengan dirinya sendiri.



Sony Pictures gak salah milih orang waktu mereka ngasih tugas buat ‘menghidupkan’ tokoh komik Spider-Man 7 tahun lalu kepada Sam Raimi (47). Setidaknya, Sony dapet 1,6 milyar dollar Amrik hanya dari 2 film Spidey. Dengan bujet 250 juta dolar, Spider-Man 3 jadi film termahal sepanjang masa, tapi gak bisa dipungkiri mereka gak cuman balik modal, tapi jadi tambah tajir. Di tangan Raimi, Spider-Man gak cuman jadi tokoh superhero yang selalu benar dan sukses, tapi karakter Peter Parker banyak dikembangkan sebagai manusia biasa yang gak luput dari dosa, serta cerita yang mengusung tema kristiani!

Dalam wawancaranya dengan Christianity Today, Raimi berbicara tentang tema spiritual Alkitab dari filmnya, terutama bagian yang ketiga yang tayang Mei lalu. Dari semenjak Spider-Man pertama dan kedua, moralitas alkitabiah kental dalam ceritanya. Bahkan Spider-Man 2 (2004) bisa dibilang The Passion of Peter Parker, dimana Peter bergumul tentang apakah ia harus jadi pahlawan atau tidak, dan diakhiri dengan adegan menahan laju kereta api dengan posisi seperti disalib dan luka di telapak tangannya, menyelamatkan ratusan orang dalam kereta, lalu ia ‘mati’ dan hidup kembali untuk menjadi pahlawan.


Kini, film yang ketiga, menggambarkan apa yang dikatakan Paulus di Roma 7:15 “Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat.”. Makanya taglinenya pun berbunyi “The Battle Within” (perang dengan diri sendiri). Film ini menampilkan cinta, persahabatan, kesombongan, dendam, pengakuan dosa, pengampunan dan penebusan dosa, semua yang diajarkan di Alkitab. “Peter harus menyingkirkan kesombongannya. Dia juga harus menyingkirkan hasratnya untuk membalas dendam. Dia belajar bahwa kita semua manusia berdosa. Dia harus belajar mengampuni” begitu jelas Sam Raimi.

Oke deh, selain pertarungan seru, drama yang mengharukan dan special effex yang keren abis, apa aja yang bisa kita dapet dari Spider-Man 3? Tema besarnya adalah mengalahkan cobaan, “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!” (Roma 12:21). Dan setidaknya ada 5 hal yang bisa kita pelajari.

1. KITA BUTUH ORANG LAIN
Setelah dalam Spider-Man 2 Peter malah menuai kebencian dari orang-orang gara-gara koran Daily Bugle yang mendiskreditkan dia dan menganggapnya kriminal, kini koran pimpinan Jonah J. Jameson itu mulai ‘bersahabat’ dengannya. Ia kembali dielu-elukan sebagai pahlawan, semua orang mengidolakan dia. Apalagi ketika Spidey berhasil menyelamatkan Gwen Stacy, putri komisaris polisi New York, ia dapet penghargaan dan publisitas yang bikin dia gede kepala! Kesombongannya bikin ia lupa diri, ia menyakiti hati Mary Jane. Ketika MJ butuh Peter untuk memahami perasaannya yang hancur gara-gara dipecat dari pekerjaan impiannya, Peter malah ngomongin hebatnya Spider-Man. Buntutnya, MJ kecewa, marah, dan hubungan mereka terancam. “Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?” (1 Korintus 4:7).

Mary Jane mengingatkan Peter, “Kita semua butuh pertolongan orang lain suatu saat, Peter. Bahkan Spider-Man sekalipun!”. Dan hal itu dibuktikan, di akhir cerita Spidey butuh ‘pahlawan’ lain untuk menolong MJ dari ancaman Sandman dan Venom.

2. MEMBUKA CELAH BAGI DOSA
“Biasanya aku memakai dosa seperti pakaian, kini ia menempel di kulitku!” Alfred deMusset (1810-1857, seniman Prancis)

Sebuah meteor terdampar di bumi, sejenis alien berbentuk cairan hitam kental mengikuti Peter Parker sampai ke rumah kontrakannya. Alien ini hanya memperhatikan dan memperhatikan, seperti mencari kesempatan dan celah. Dan hari itu tiba, Peter diliputi dendam kesumat di hatinya karena berita pembunuh asli pamannya kabur dari penjara. Dalam suasana hati penuh benci itulah si Alien merasuki pakaian Spidey-nya, dan mengubahnya menjadi hitam. Ketika Peter memakainya, ada perasaan ‘enak’ yang ia rasakan. Awalnya, baju Spidey yang sudah berubah warna menjadi hitam itu bisa dengan mudah dipakai dan dilepas. Ia menjadi brutal, membunuh, penuh cemburu buta, menyakiti dan penuh kebencian. Ia ‘membunuh’ Sandman, menyakiti MJ, mengucapkan hal-hal yang gak pantas pada Harry Osborne dan ia mempermalukan Eddie Brock. Semakin lama pakaian hitam itu dipakainya, ia menyatu dengan tubuhnya sehingga sulit dilepaskan! Ia gak lagi bisa mengontrolnya, semua perbuatannya gak bisa ia kendalikan. Padahal Peter udah menyesali segala perbuatan buruknya.

Jaga hati dari hal-hal yang gak berkenan. Jauhi benci. Ampuni orang yang bersalah pada kita. Jangan dendam. Soalnya ketika kita membiarkan hati kita diliputi hal yang negatif, dosa sudah mengintip, mencari kesempatan dan celah, sama kayak si alien yang nyari celah menunggu hati Peter penuh benci untuk kemudian ia kuasai. “Hendaklah kalian waspada dan siap siaga! Sebab Iblis adalah musuhmu. Ia seperti singa berjalan ke sana kemari sambil mengaum mencari mangsanya.” (1 Petrus 5:8 BIS)

“Sungguhpun kejahatan manis rasanya di dalam mulutnya, sekalipun ia menyembunyikannya di bawah lidahnya, menikmatinya serta tidak melepaskannya, dan menahannya pada langit-langitnya...” (Ayub 20:12-16). Dosa itu rasanya manis, enak dilakukan. Nonton pilem porno? Enak. Mencuri? Enak. Balas dendam? Enak. Mencontek? Enak. Tapi ketika dosa yang enak itu dilakukan dan dilakukan, akan menjadi kebiasaan. Dan ketika jadi kebiasaan, kita akan sulit melepaskannya! Kita menjadi hamba dosa, dosa yang mengatur kita, dosa yang mengontrol kita. Ujung-ujungnya bisa maut! “Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.” (Yohanes 8:34). “Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.” (Roma 6:12).

Phillip Brooks, seorang penulis, berkomentar tentang film ini, “Berperanglah dengan dosamu, dan biarkan peperangan itu membuatmu jadi rendah hati dan penuh simpati ketika kamu harus bertarung dengan dosa-dosa di dunia ini”.

3. DENDAM
Peter tergoda untuk membalas dendam, tapi Bibi May menasehatinya dengan bijak, “Saya kira gak ada alasan untuk kita bergembira atas kematian orang lain. Pamanmu gak akan mau kamu hidup dengan dendam dalam hatimu walaupun hanya sedetik. Dendam itu seperti racun. Ia dapat menguasai kita. Dan sebelum kita menyadarinya, ia sudah membuat kita jadi jahat!”.

Ketika Peter sadar akan kekhilafannya, ia menyesal dan ingin melepaskan ‘pakaian dosanya’, tapi ternyata ‘pakaian dosa’ itu sudah melekat dengan tubuhnya dan gak bisa dilepas. Peter lalu datang pada Tuhan (digambarkan dengan masuk ke sebuah gereja) dan Tuhan menjawabnya dan melepaskannya dari pakaian itu (jawabannya berupa suara lonceng gereja yang membuat pakaiannya terlepas).

Di malam yang sama, Eddy Brock datang kepada Tuhan, tapi dengan membawa hati yang penuh dendam kesumat pada Peter yang telah mempermalukannya dan merebut pacarnya, “Aku orang baik-baik. Aku datang pada-Mu hari ini dengan rendah hati dan malu. Untuk memohon pada-Mu satu hal: aku ingin Kau bunuh Peter Parker!”. Dan sekalipun ia ada dalam gereja, dengan hati penuh benci, dosa hinggap kepadanya dan mengubahnya menjadi si iblis Venom. “Saya diberikan kekuatan yang belum pernah saya impikan. Seperti turun untukku dari surga!” ujar Venom, dia tidak menyadari bahwa kekuatan itu berasal dari ‘neraka’. Di akhir cerita, Eddy malah memilih untuk gak mau melepaskan pakaiannya, padahal Peter sudah menolongnya melepaskan dirinya dari pakaian alien itu, akibatnya Eddy mati bersama ‘pakaian dosa’ itu. “Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.” (Yakobus 1:15)

3. KITA PUNYA PILIHAN
Spider-Man 1-3 selalu menekankan tentang pilihan. Peter menemukan bahwa pembunuh asli pamannya ternyata masih berkeliaran, tapi ia bisa memilih untuk membalas dendam atau mengampuni. Eddy Brock dipermalukan oleh Peter Parker yang mengakibatkan ia dipecat dengan gak hormat, belum lagi pacarnya diserobot sama Peter, tapi ia bisa memilih untuk memaafkan atau membalas dendam. Harry Osborne pun demikian, ia memilih untuk dikuasai amarah dan memburu Spidey demi membalas dendam kematian ayahnya. Bernard, pelayannya Harry, bilang gini: “Aku telah menyaksikan bagaimana kegelapan menguasai ayahmu, angkara murka yang harus ia bayar dengan nyawanya”. Akankah Harry melihat cahaya dan meninggalkan kegelapan itu? “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.” (Yohanes 1:5).

4. PENGAMPUNAN ADALAH KEKUATAN SUPER SEBENARNYA
Peter pun harus memilih. Di akhir cerita ia memilih yang benar. Ia memilih untuk mengampuni Flint Marko, sang pembunuh pamannya. “… dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” (Kolose 3:13). Seperti pepatah cina bilang, “Siapa mencari pembalasan dendam, ia harus menggali dua lubang kuburan. Satu untuk musuhnya, satu lagi untuk dirinya sendiri”.

Sam Raimi bilang Peter harus merendahkan dirinya, “Peter menganggap dirinya ‘tak berdosa’ dibanding para penjahat. Makanya kami (Raimi dan tim) ingin membuat Peter mengerti bahwa hidup itu tidak hitam putih, kita semua adalah manusia, dia tidak lebih baik dari orang lain. ...dia harus belajar bahwa diapun gak luput dari dosa, dan sebaliknya, para ‘penjahat’ itupun punya rasa kemanusiaan. Yang harus kita lakukan adalah untuk tidak membalas dendam, tapi mengampuni”.

Nggak ada penjahat dalam Spider-Man 3. Semua karakter di dalamnya hanyalah manusia yang mencari hidup baru, solusi dan pengampunan. Flint Marko (Sandman) terlibat tindak kriminal karena putus asa mencari biaya untuk pengobatan anaknya, Peter bilang padanya: “Saya pikir, sudah cukup hukuman untukmu”, ia ingin Flint memulai hidup barunya. Nasehat yang sama ia bilang juga pada Eddie Brock, “Jangan menyerah pada angkara, Eddie. Dia hanya membuatmu jadi penuh kebencian”.

“Apa yang kita punya di dunia ini adalah kasih sayang dari sahabat dan keluarga kita, dan kenyataan bahwa mereka layak untuk mendapatkan pengampunan kita” (Peter Parker)

5. NYAWA UNTUK SAHABAT
Dalam film ini, Harry Osborne-lah yang mewakili sosok Kristus khususnya dalam hal pengorbanan. Ketika Harry harus masuk rumah sakit, seorang suster memuji temen-temennya Harry yang baik-baik (Peter dan Mary Jane), dan Harry bilang begini: “Mereka sahabatku, aku rela mati untuk mereka”. Pada akhir cerita, Harry mengorbankan dirinya untuk mati terbunuh oleh Venom untuk melindungi Peter Parker.

Sama persis kan kayak yang dikatakan Yesus, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku…” (Yohanes 15:13-14a). Dan kita tau semua kalo Yesus membuktikan kasihNya dengan memberikan nyawaNya untuk sahabat-sahabatNya, yakni kita semua, sehingga kita beroleh keselamatan. (By Fery!GFRESH! www.budchrist.blogspot.com)

Home

Rabu, 19 Maret 2008

KRIIING! (ABORSI)

KRIIING!

KRIIING! ..KRIIIING!! ..KRIIING!!
KRIING! ..KRIIING!!!!

...
Halo?
Halo, apakabar anakKu.
Tuhan? ..emh.. aku lagi gak mo ngomong ama Kamu!
Kenapa anakKu? Aku rindu padamu. Seminggu ini kau tidak mau berbicara padaKu.
Sudahlah! Aku pengen sendiri! Aku benci diriku sendiri! Aku ingin mati!!
Aduh!
Aku benci Doni! Aku benci! Aku benci!
Tenang anakKu
Aku benci Kau!, pergi!
BRAKK! TUT. TUT. TUT. TUT
...
KRIING....
KRING...

Halo, hik-hik..
AnakKu.. jangan kau tutup teleponmu
Biarkan aku sendiri, Tuhan!
Ayolah..
Aku benci Engkau!!
Aku mengasihimu.
Pergi! Jangan hubungi aku lagi!
Bicaralah padaku..
Ini masalah cewek, Tuhan! Ini masalah yang nyata dan berat!
Aku tau itu.
Kau tidak tahu! Kau gak bakalan bisa ngerti! Kau gak pernah jadi cewek! Kau tidak pernah pacaran ama Doni! Kau gak pernah ngalamin apa yang aku alamin!
Aku yang menciptakanmu, ingat?. Bukan cuman Aku tau apa yang kau rasakan dan alami, tapi juga Aku mengerti.
Huh, mana mungkin Kau mengerti!

Aku mengerti!
Tidak mungkin! Aku hamil, tau! Tuh.. aku ngaku! Aku HAMIL! Aku melakukan sesuatu yang Kau larang: aku berhubungan seks sebelum menikah dengan Doni! Aku mempercayai Doni ketika ia bilang ia mencintaiku. Aku berpikir gak bakalan apa-apa, gak bakalan hamil, lagipula akupun mencintainya dan aku berpikir kami akan selamanya berdua.. tapi kini dia meninggalkanku setelah tau aku hamil! Aku benci dia! Aku benci bayi ini!
Aku tau kau hamil.
Aku benci Kau, Tuhan! Kau yang membuat ini terjadi!
Aku?
Ya! Kau! Kau yang katanya berkuasa.. kenapa Kau membiarkan semua ini terjadi? Aku belum pernah tidur dengan siapapun.. baru satu kali aku tidur dengan Doni, aku langsung hamil! Kau seharusnya bisa mencegahnya!
... kau ingat waktu latihan cheerleaders kemaren?
Tuhan jangan maen-maen.. aku lagi pusing! Jangan alihkan pembicaraan!
Kau ingat waktu kalian membentuk segitiga piramid dan kau naik paling atas lalu melompat turun ke bawah?
Jangan ngeles, Tuhan! Apa maksudMu?!
Aku bisa saja menghentikan gaya gravitasi dan membuatmu tidak jatuh ke bawah tetapi melayang-layang di udara. Tapi Aku tidak melakukannya.
Oke-oke... apa maksudMu.. jangan buat aku bingung dong, Tuhan.
Ya.. aku memilih untuk tidak membuat kamu melayang-layang di udara. Aku memilih untuk tidak mencampuri hukum alam yang berlaku bahwa benda akan jatuh ke bawah karena gaya gravitasi. Api panas dan membakar. Air itu basah. Danau akan menguap karena panas matahari, menjadi awan, lalu turun ke bumi sebagai hujan. Itulah hukum alam. Kau tau semua itu. Aku bisa membuat api tidak panas... tapi Aku memilih untuk tidak mencampuri hukum alam.
Jadi kalo gitu buat apa aku dan orang-orang berdoa!?
Ada kalanya Aku berbuat apa yang disebut mukjizat. Coba kamu buka di kitab Daniel, Aku membuat api tidak terasa panas sehingga hamba-hambaKu Sadrakh-Mesakh-Abednego selamat dari api..
Jadi Tuhan bisa merubah hukum alam? Tapi Tuhan biasanya memilih untuk tidak merubahnya? Begitu?
AnakKu, kadang itu diluar jangkauan pemikiranmu. Suatu saat kamu akan mengerti mengapa Aku melakukan ini, mengapa Aku melakukan itu. Mengapa Aku kadang melakukan mukjizat, tapi kadang juga tidak. Kau akan aku buat mengerti.., suatu saat.
Aah! Aku gak peduli.. aku hamil sekarang. Aku harus gimana?
Ada akibat dari semua yang kau dan manusia lakukan. Dan Aku memberi kebebasan buat kamu untuk memilih apa yang akan kamu perbuat. Kau memilih untuk berhubungan seks dengan Doni, dan hukum alam ikut ambil bagian, kau jadi hamil. Kau sudah tau hal itu, kan? Ada resiko dan konsekuensi dari semua tindakan.
Oke-oke! Aku memang udah tau, tapi.. aku melakukannya juga! Kini aku hamil! Aku benci! Aku benci! Aku benciiii!
Aku mencintaimu.
Apa?!!
Aku mencintaimu, anakKu.
Aku orang berdosa. Aku melanggar titahMu. Kau pasti benci aku, aku udah ngecewain Tuhan!
Aku memang sedih dan terluka. Tapi Aku tetap mencintaimu. Aku mati untukmu, kau ingat?
Sekarang aku harus gimana? Aku ingin mengaborsinya. Lagipula baru beberapa minggu aku hamil. Gak apa-apa kan Tuhan?
Ketika sperma menyatu dengan telur dalam rahimmu, ada kehidupan di sana.
Oh, ya? Tapi kan belum jadi orang!
Anakku.., hari pertama sperma membuahi telur, sudah terbentuk pertumbuhan manusia, mulai dari organ seks, rambut, warna mata..
Becanda!
Kau tau apa yang terjadi pada empat minggu kemudian?
Empat minggu? Wah ..sudah waktunya untuk cepat-cepat kalo mau diaborsi!
Hati bayimu mulai berdetak!
Ooh.. tapi kenapa aku gak merasakannya?
Tentu.., dia sangat kecil. Tapi ..tangannya sudah lengkap, kaki, ..dan mata yang sudah bisa melihat!
...
Dalam minggu ke sembilan, bayimu sudah mempunyai tubuh yang komplit!
Sudah! Sudah! Aku mengerti. Aku tau ada manusia hidup dalam tubuhku, tapi aku tidak menginginkannya, aku ingin mengaborsinya!
Dan membiarkan bayimu kesakitan, sekarat dan mati?
Tapi.. tapi.. cuman beberapa menit dan semuanya selesai.. aku akan jalani hidupku yang baru.
Ya... dengan segala perasaan bersalah. Setiap kau melihat bayi, kau akan teringat bayimu yang kau bunuh. Perasaan itu akan menghantuimu, dan Aku bilang itu bukanlah yang dimaksud hidup yang baru!
Tapi.. Kau akan mengampuniku kan?
Tentu saja anakKu. Aku akan selalu mengampuni jika kamu bertobat. Tapi kamu tidak punya hati yang bertobat, kau cuman ingin lari dari masalah. Itu bukanlah pertobatan yang sejati.
Huk..huk..huk... aku bingung Tuhan.. aku gak tau musti ngapain, huk..huk, aku harus aborsi! Huk.
Tidak, anakKu. Aborsi bukanlah jawaban.
Huk..huk.. aku harus gimana? Huk..
Ada beberapa pilihan. Kalo kamu gak bisa memeliharanya kamu bisa meminta tolong orang lain untuk memelihara anakmu. Atau kamu bisa minta bantuan ortumu untuk menolongmu membesarkannya.
Tuh, kan... Kau gak ngerti.. aku gak menginginkannya! Aku ingin membuangnya!
Aku mengerti. Tapi itu bukan putusan yang benar. Kau telah mengambil keputusan yang salah untuk berhubungan seks dengan pacarmu, kini ada kesempatan untuk kemu memperbaikinya dengan menfgambil keputusan yang benar!
Aku gak mau harus muntah-muntah, perut buncit, cape bawa bayi kemana-mana, ..aku gak mau harus sakit bersalin! Aku ingin hidupku yang dulu. Aku ingin main lagi cheerleaders. Aku ingin lagi hiking, shooping, maen sepeda, semuanya!
Kau ingin kenyamanan, kan? Kau ingin kesenangan? Bukankah itu yang kau lakukan ketika berduaan dengan Doni dan akhirnya melakukannya? Kau tau resikonya, hamil. Sekarang biarkan Aku menolongmu. Mari kita buat sesuatu yang baru dan baik dari semua penderitaan ini.
Huh.. gak bakalan ada lagi hal yang baik yang bakal terjadi kalo udah gini!
Tidak..tidak.. Aku Raja Segala Raja, Aku Maha Kuasa. Aku bisa membuat sesuatu yang baik keluar dari yang buruk sekalipun.
Bahkan dari hal buruk yang aku lakukan ini?
Ya.
Tapi aku gak mau. Aku gak peduli pada bayi ini!
Tapi Aku peduli. Bahkan Aku sudah membayangkan dan merencanakan sesuatu yang besar buat anakmu ini.., kau akan tercengang dengan apa yang Aku lakukan padanya!
Kau sungguh-sungguh punya rencana pada bayi ini? Dan aku harus mengambil keputusan yang benar karena Kau punya rencana besar atas bayi ini?
Ya. Tapi ada satu hal lagi. Aku ingin memulihkanmu.
Bisakah aku pulih? Aku sangat ingin kembali pulih... Kau bisa memulihkanku Tuhan? Bisakah aku kembali tidak membenci diri sendiri lagi? Bisakah aku kembali tersenyum? Menari? Enak bicara lagi denganMu? Mengampuni Doni? ...bahkan bisa mencintai bayi ini?
Selalu ada konsekuensi yang harus kamu tanggung, tapi aku bisa mengampunimu, asal kamu punya hati yang mau bertobat dan mau kembali menjalin hubungan kita yang indah.
Bisa? Oh... ampuni saya Tuhan.
Aku percaya padamu dan mengampunimu.. tapi satu hal lagi..
Apa Tuhan?
Ada hal lain yang kamu rasakan dalam dirimu. Yang menyebabkan kamu melanggar firmanKu dan melakukan seks itu.
Ya... itu karena Doni sangat tampan dan gagah.
No-no.. bukan itu yang menyebabkan kau mau menyerahkan diri padanya.
Betul, kok. Ia sangat tampan.
Bukan. Aku tau hatimu yang paling dalam.
Apa itu?
Kamu butuh dicintai. Diterima. Diperlakukan spesial. Kamu butuh diperhatikan. Ya kan?
...
Tidak apa. Itu normal. Setiap manusia punya kebutuhan seperti itu dan itu tidak salah. Tapi –tolong perhatikan karena ini sangat penting- itu harus dibangun dari hubunganmu dengan AKU.
Kau bisa memberikan semua kebutuhan itu, Tuhan?
Bahkan aku akan memberikan cintaKu tanpa syarat. AGAPE!
Aga..apa?
Agape. Aku mencintaimu, titik. Tanpa syarat. Tanpa pamrih. Just the way you are. Apapun keadaanmu, bagaimanapun rupamu, bahkan sekalipun kamu tidak setia padaKu!
Kau tau Tuhan..?
Apa?
Aku percaya padaMu.
Bagus.. bagus.. suaramu serak, coba minum dulu.
....
Sudah?
Ya.. mulai sekarang aku ingin Kau ajar aku untuk selalu bergantung padaMu daripada pada manusia.
Bagus..
Tapi gimana dengan hubunganku dengan Doni? Trus apa aku akan percaya lagi sama cowok?
Trust Me, sekarang pulihkan dulu diriMu dan hubunganmu denganKu.
Gimana dengan bayiku?
Carilah kehendakKu, hikmatKu, arahanKu. Beberapa minggu lagi Aku akan memberi tau apakah kau harus membesarkan anakmu sendiri atau memberikannya pada orang yang kamu percayai atau menginginkan bayi tetapi tidak bisa.
Janji?
Janji!
Terimakasih Tuhan. Sekarang aku mau istirahat, lagipula kita sudah bicara lama sekali.. sayang pulsa, betul enggak?
Tidak anakKu. Saluran kepadaKu bebas pulsa. Kau boleh hubungi Aku kapan saja dimana saja. Okey?
Okey.

(disaduroleh F! dari God said, I said, Brio Jan 01, http://www.kacamata3d.blogspot.com/)


HOME

Senin, 18 Februari 2008

NAMA KAMU DI ALKITAB

Suatu hari Filipus, salah seorang murid di gereja mula-mula, disuruh sama Tuhan buat pergi ke jalan mo ke Gaza dari Yerusalem. Tiba disana ia ketemu sama seorang penguasa dari Etiopia, waduh itu sama dengan kalo kamu naek sepedamu lalu ngikutin mobil mewahnya Menteri Keuangan lalu pas di lampu merah kamu ngelihat dia lagi baca Alkitab. Itu yang terjadi sama Filipus.

“Apa anda mengerti apa yang anda baca?”
“Mana mungkin, kecuali kalau ada yang mau menjelaskannya kepada saya.”

Oh itu dia maksud Tuhan. Filipus lalu menjelaskan kepadanya dan ia mengerti, bertobat dan bahkan mau dibaptis saat itu juga. Trus mereka berpisah dan Injil sampai dan menyebar ke negeri Afrika.

Menurut kamu ada berapa tokoh dalam cerita diatas? Dua?

No-no-no.


Ada tiga tokoh pelaku dalam cerita tadi. Filipus, penguasa dari Etiopia dan satu lagi siapa?
“Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi. Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah. Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya. Lalu kata Roh kepada Filipus: "Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!" (Kis 8:26-29).

Ya! Tokoh ketiga adalah Tuhan. Tuhan menyuruh malaikat, Roh Kudus menyuruh Filipus. Tuhan melihat seseorang lagi kebingungan di jalan dan IA pengen menolongnya. Lalu Tuhan mencari seseorang di Yerusalem yang bisa ia utus... dan IA menemukan Filipus. Tuhan mengatur seluruh kejadian itu!

Kamu mungkin berpikir Filipus adalah orang yang spesial, mungkin dia dikasih ama Tuhan fasilitas pager atau ponsel abad pertama yang gak lagi dikeluarin ama Tuhan jaman sekarang. Mungkin kamu berpikir Filipus orang “ajaib” yang bisa ngedenger suara Tuhan jelas di telinganya... Eit, wait a second, jangan nuduh dulu, inget gak apa yang Paulus tulis buat kita-kita..

“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.” (Roma 8:14).

“Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh” (Galatia 5:25).

Wow.. semua yang ngaku anak Allah, kita-kita ini, yang masih muda sekalipun, yang masih suka dengerin musik yang rada-rada cepet, yang mungkin masih ingusan, yang kadang masih suka mikirin cewek or cowok melulu, yang kerjaannya jalan-jalan terus, semua.. semua dipimpin alias dibimbing sama Roh Allah. Gak cuman Filipus.

Roh Kudus adalah kehadiaran Allah dalam hidup kita-kita, DIA ngelanjutin kerjanya Yesus 2000 taon lalu. DIA ngebimbing en ngebantu kita, agar kita bisa punya buah Roh (Gal 5:22-24), membantu kita berdoa (Roma 8:26), Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman (Yoh16:7), menghibur dan mengajar (Yohanes 14:26).

Roh Kudus adalah peran utama disini, termasuk dalam penginjilan. IA adalah center stage. Ketika kita mengajar itu lantaran Roh Kudus yang mengajari kita lebih dulu (Lukas 12:12), kalo orang yang kita ajar itu lalu jadi yakin pastinya lantaran Roh Kudus yang telah menembus hatinya (Yoh 16:10). Nah kalo sampe orang itu bertobat dan percaya itu artinya Roh Kudus udah bekerja di dalam hatinya (Roma 8:11), sampe akhirnya dia jadi dewasa dalam imannya itu lantaran Roh Kudus juga yang membuat dia sanggup (2Kor3:6).

Sekali lagi: gak cuman Filipus. Kamu juga bisa. Kita bisa. Roh yang sama ada dalam kita. Roh Kudus itu.

Gak percaya juga? Oh.. mungkin kamu pikir, Filipus kan bisa denger suara Tuhan. Tuhan tereak di telinganya. Malaikat bersinar dan mengepakkan sayapnya depan Filipus dan menyuruhnya berangkat. Filipus gak ada pilihan lain selain harus berangkat, lha wong ngeliat en ngedenger sendiri. Hehe, darimana kamu tau? Gimana kalo kamu salah? Apa betul suara malaikat atau suara Roh Kudus itu harus asli spesial pake telor kayak gitu?



Hah..? Apa..?

Kamu mungkin udah pernah denger suara itu mendesak kamu buat berbuat sesuatu. Kayak kalo temen kamu nyodok pake sikutnya ngedesek kamu buat bicara, .. ayo ngomong.. ayo!

Kamu ngajak temen kamu masuk kamar kos kamu. Pas dia masuk… kamu rasain suatu kebingungan di matanya, kesedihan di raut mukanya. Lesu. Kamu tau ada yang gak beres nih. Tapi biasanya kamu gak nanya. Tapi juga… ada dorongan Roh Kudus di hati kamu buat peduli dan lalu akhirnya bertanya.. apa yang terjadi sama kamu?

Kamu pulang kuliah. Kamu liat temen kamu abis dimarahin dosen gara-gara tugasnya ketinggalan. Temen-temen yang lain bilang.. untung bukan gua… untung tugas gua gak ketinggalan.. untung gua gak dimarahin dosen! .. tapi Roh Kudus membimbing kamu untuk berpikir.. Kasian ya… pasti sakit sekali dimarahin dosen! Lalu kamu deketin dia dan menghiburnya.

Hari minggu di gereja kamu liat ada orang negro celingak-celinguk sendirian. Minggu berikutnya dia ada lagi. Kata orang dia datang dari Afrika buat keperluan bisnis. Minggu berikutnya dia ada lagi en kamu ngenalin diri, dia bilang dia bukan orang Kristen tapi sangat terkesan pada ajaran Kristen dan ia ingin belajar lebih banyak lagi. Emhh… saat itu mungkin kamu cuman nyaranin dia buat baca Alkitab aja.

Tapi.. beberapa hari kemudian kamu berpikir… dan menyesal lantaran kamu kurang tegas sama dia. Kamu lalu cari kartu nama yang dia berikan, menelpon kantornya. Ternyata dia sudah berangkat ke bandara mo plang ke Afrika. Kamu langsung lari, ambil motor dan ngeeng!
Tiba di bandara kamu liat dia sedang duduk menunggu pesawat berangkat sambil membaca Alkitab yang ia pegang.

“Apa anda mengerti apa yang anda baca?”.

“Bagaimana mungkin, kecuali ada orang yang menjelaskannya kepada saya.”.

Trus kamu menjelaskannya, seperti yang dilakukan Filipus. Orang negro itu mengerti, dan terus percaya… bahkan minta dibaptis. Ia menunda keberangkatannya.

Apa perlu kamu melihat sinar terang? Kamulah sinar terang itu.

Apa harus ada suara kedengaran? Kamulah suara itu.

Apa harus ada mukjizat? Kamu baru saja melakukannya. Seorang jiwa diselamatkan. Tepuk tangan riuh satu sorga. Kalo saja Alkitab ditulis jaman sekarang, kamu ada di pasal ke delapan Kisah Para Rasul ini!
(F! Disadur dari “Sebenarnya Namamu Bisa Juga Muncul di Alkitab”, Max Lucado)




Jumat, 01 Februari 2008

MANA BISA MENANG?

Lawanku lagi ngedribble bola di depanku, emang susah sekali ngerebut bola dari dia waktu itu. Beberapa kali dia coba nyikut aku, alis matanya menajam… mulutnya komat-kamit ngata-ngatain aku, “AWAS, LU!” katanya nakut-nakutin, tapi aku bales, “Emang gue pikirin!” sambil aku halangi dia pas dia mo nge-shoot ke keranjang, AH… dapet! Bola ku dribble ke arah pertahanan lawan, ku over ke temenku, kini giliran dia berusaha keras.. sampai akhirnya bola di over dan shoot! MASUUUK!

Hidup anak-anak Tuhan di dunia gak jauh beda ama pertandingan. Kita harus berlatih dan berusaha sebaik mungkin untuk menang. Ulangi: Untuk Menang!
Huh! Emangnya gampang! Lawan kita itu raksasa-raksasa, tau! Atau kalo di pertandingan basket itu tiang-tiang listrik semua! Mana bisa menang?!

SUDAH MENANG
Cool-cool! Jangan sewot duluan. Ada yang kelewat: TUHAN SUDAH MEMBERIKAN KEMENANGAN ITU BUAT KITA. Lalu ngapain kita susah-susah,man? Hei! Tuhan kita Yesus Kristus adalah Pelatih yang baik dan terbaik, IA selalu menyertai kita, memberi kita semangat.. so, setiap bangun tidur kita ada di zona latihan en berlatih tiap hari dengan sparing partner kita si iblis yang kita jadiin sasaran latihan agar kita pintar berperang en menang!

“..maksudnya hanyalah supaya keturunan-keturunan orang Israel yang tidak mengenal perang yang sudah-sudah dilatih berperang olah Tuhan.” (Hakim-hakim 3:2).

“..Sebab Tuhan Allahmu, DIAlah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu dengan maksud memberikan kemenangan kepadamu” (Ulangan 20:4).

So kenapa kita banyak yang gak menang?
“..berapa lama lagi kamu bermalas-malas sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh Tuhan?” (Yosua 18:3)

Males. Itu dia masalahnya. Pergi! Raih kemenangan itu, berlatih, baca Firman, doa, beritakan Firman, tengking iblis, melayani Tuhan, kerja-kerja-kerja buat Tuhan dan buat jiwa-jiwa, dan kemenangan itu ada di tanganmu!

BUAT APA MENANG?
Menang. Menang…? Menang apaan maksud lo? Ya… menang melawan iblis dan yang terpenting: menang melawan diri sendiri, kedagingan, ego, ke’aku’an kita.

Buat apa kita menang… emang kalo menang kenapa gicu? Lo mo ngasih apa ma gua, istilahnya. Ada tiga tujuan kenapa kita harus menang lawan iblis dan diri sendiri.

Pertama ialah agar tubuh-jiwa-roh kita terhindar dari masalah yang tidak seharusnya kita alami sebagai akibat kekalahan kita, misalkan kekeringan rohani atau masalah-masalah lain gara-gara kita jatuh dalam kekalahan.

Kedua ialah berperang untuk menang adalah kesempatan kita untuk bertumbuh, kalo gak masuk dalam zona latihan or zona perang tiap hari, maka roh kita bakalan sulit bertumbuh, gak ada exciting-nya, rasanya adem ayem.., tenang, akhirnya kering dan lesu.

Ketiga kalo kita menang maka kita akan mengangkat tim kita (gerejaNya) dan tentunya memuliakan Pelatih kita, Yesus Kristus. Liat aja kalo tim basket menang pasti pelatihnya ikutan naek daun, ner-gak!?

“Barangsiapa menang ia akan Kududukan bersama-sama dengan AKU di atas takhtaKU, sebagaimana AKUpun telah menang dan duduk bersama-sama dengan BapaKU di atas takhtaNya.” (Wahyu 3:21).

MamaOla