MamaOla
Tampilkan postingan dengan label FAVORITKU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FAVORITKU. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juni 2009

Jumat, 17 April 2009

WE ARE MONSTERS!















Spoiler allert!
Ketika Susan menemukan dirinya dalam sebuah ruangan yang ia sebut penjara, ia menemukan kalo dirinya sudah bukan lagi Susan yang dulu. Tubuhnya membesar 10 kali lipat gara-gara terkena radiasi quantium dari meteor nyasar. Ia menjadi raksasa, jadi monster.

Di ‘penjara’ itulah ia juga berteman dengan monster-monster lainnya: B.O.B., Dr. Cockroach Ph.D., Insectosaurus dan Missing Link. Ternyata penjara itu adalah ruangan fasilitas pemerintah Amrik untuk menyembunyikan monster-monster yang berkeliaran sejak 50 tahun belakangan ini. Nasib mereka berubah ketika ada ancaman serangan alien di muka bumi, para monster ini diberi kesempatan untuk bebas oleh pemerintah dengan syarat bisa mengatasi masalah alien ini.

Dalam menghadapi robot alien raksasa, Susan raksasa –yang kini berganti nama menjadi Ginormica- menemukan bahwa ia punya kekuatan luar biasa yang sebelumnya nggak pernah ia bayangkan. Ginormica yang tadinya ciut melihat robot alien yang kuat dan besar, kini merasa bisa menghadapi alien manapun!

Hal ini mengingatkan kita pada penyertaan Tuhan dalam menghadapi serangan masalah. Kita adalah ‘Susan biasa’, tapi ketika radiasi quantium melingkupi kita, kita menjadi ‘raksasa’. Quantium bagi Susan adalah lambang Roh Tuhan bagi kita. Ingatlah, kalo Roh Tuhan ada dalam kita, kita menjadi ‘raksasa’ di hadapan musuh kita, di hadapan segala masalah kita. “...sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” (I Yohanes 4:4b).

Kalo kita melihat Daud kecil waktu berhadapan dengan raksasa Goliat, dalam dunia roh ukurannya jadi terbalik. Kita akan melihat raksasa Daud melawan kurcaci Goliat. Daud tau kalo Tuhan besertanya, dan ia mengerti kalo Tuhan lebih besar daripada Goliat, bahkan lebih besar daripada apapun! “...Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” (Roma 8:31b). Jadi stop merengek sama Tuhan: ‘Oh Tuhaaaaan, masalahku gede bangeeeet!’, tapi ayo teriakan: ‘Hai masalah, Tuhanku gede bangeeeet!’.

Kembali pada Susan. Sekalipun sebagai Ginormica ia menemukan hidup dan kekuatan baru, ia harus kehilangan pacar, ortu dan teman-temannya. Bahkan orang-orang yang ia pernah selamatkan dari serangan robot raksasa nggak lagi mau menerimanya. Ya, kadang kita harus menerima kenyataan bahwa kita berbeda dengan dunia sehingga dunia nggak mau menerima kita dan menolak kita. “Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.” (Lukas 6:22).

Bagi dunia, kita dianggap aneh, nggak normal, bahkan jahat. Tapi Tuhan bilang bertahanlah dan justru berbahagialah. “Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.” (I Yohanes 3:1). Tetap lakukan misi penyelamatan, jangan balas kejahatan dengan kejahatan, dan buktikan pada dunia kalo bersama Tuhan kita bisa lebih baik.

Sekalipun kemudian Susan berkesempatan buat kembali menjadi Susan yang normal, ia menyadari kalo menjadi Ginormica ia lebih bahagia dan berguna. Bagi dia masa lalunya nggak penting lagi. Kadang kita tergoda akan hidup kita yang lama, sebelum kita mengenal Kristus. Tapi yakinilah, semua itu sampah. Pengenalan akan Tuhan dan gaul ama Yesus itu lebih berharga daripada apapun di dunia ini. Kayak yang Paulus rasakan:

“Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.” (Filipi 3:8).

Ginormica dkk akhirnya mengemban tugas dari pemerintah untuk melindungi bumi dari segala sesuatu yang mengancamnya, termasuk serangan alien. Mereka jadi heroes bagi dunia. Ya, kita adalah ‘monster’ yang menakutkan bagi dunia. Tapi buktikanlah kalo kita bisa jadi ‘monster’ yang dibutuhkan oleh dunia. (F! www.kacamata3d.co.cc)

Minggu, 03 Agustus 2008

JESUS BATMAN CHRIST

I’m not a Batman fan. Dari kecil saya Superman freak. Apalagi Batman adalah superhero kebalikan dari Superman.
-Superman punya semua kekuatan super. Batman sama sekali tak punya kekuatan super
-Superman indah, happy, harmonis, kekeluargaan, sempurna. Batman penuh kegelapan, dendam dan penderitaan
-Superman adalah sejatinya Clark Kent. Batman adalah topengnya Bruce Wayne]

Dan saya gak begitu suka cerita yang kelam.

Tapi saya sangat suka ide dari Batman yang kelam ini (dimulai dengan Batman Begins). Mungkin beginilah seharusnya Batman dibuat. Awalnya memang Batman (TV series, 1964, diperankan oleh Adam West) dibuat untuk tontonan anak-anak, lucu, heroik, penuh pow! and bam! Tapi kemudian pertama kali Batman diangkat ke layar lebar lewat Michael Keaton (dan Jack Nicholson sebagai The Joker), Batman menemukan jati dirinya yang baru: cool, misterius, kelam. Diteruskan oleh Val Kilmer (yaaa… lumayan). Tapi kemudian dihancur leburkan oleh George Clooney, yang membuat Batman lebih mirip badut pesta kostum!

Awalnya, saya tertarik untuk segera menonton The Dark Knight bukan pengen liat Batmannya, tapi pengen liat The Joker. (Dan betul pekiraan saya, Heath Ledger membuat para Joker sebelumnya kayak badut sirkus). Ledger bisa dapet nominasi Oscar lewat peran ini, sayang dia lebih memilih mati.

Tapi ada yang mengejutkan saya setelah selesai menontonnya: figur Yesus dalam cerita ini. Yuk kita mulai spiritual connection hasil pengamatanku, seperti biasa, hehe. Dan sori.. spoiler alert! Hati-hati buat kamu-kamu yang belum nonton, soalnya saya akan membeberkan beberapa kejutan-kejutan dalam film tersebut.

THE JOKER = IBLIS
The Joker mengingatkan kita pada karakter si iblis. Ia adalah pembohong dan ia punya rencana besar untuk menjatuhkan manusia. Si Joker punya teori kalo semua manusia itu bisa jadi jahat ketika dihadapkan pada ‘batas’ yakni kematian. Ia menguji teorinya pada dua kapal penuh dengan penumpang. Yang satu dipenuhi warga Gotham yang tak bersalah, dan satu lagi dipenuhi para napi. Siapa yang duluan meledakkan kapal yang lain dan membunuh semua penumpangnya, merekalah yang selamat. Meski dia mencuri dan merampok bank dan meminta bayaran dari para mafia, tapi Joker tidak peduli pada uang, dia hanya suka mempermainkan dan membinasakan orang dan membuktikan bahwa dirinya benar. "Madness, as you know, is like gravity," ujar si Joker. "All it takes is a little push." Ia menyiksa para polisi sampai mati, hanya untuk membuktikan bahwa diambang kematiannya manusia cenderung untuk keluar aslinya, yakni gila, jahat dan mementingkan diri sendiri. Teorinya dan rencananya berhasil pada Harvey Dent, tapi apakah ia berhasil pada dua kapal tadi?

Yohanes 10:10a “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan”. Si pencuri (iblis) datang untuk membinasakan. Mending kalo cuma membinasakan tubuh kita, dia ingin membinasakan roh kita. Menjauhkan diri kita dari Tuhan. Menyatakan bahwa manusia sama dengan dirinya: jahat, gila dan mementingkan diri sendiri. Ia punya banyak rencana untuk menjatuhkan manusia.

TWO FACE = MANUSIA
Harvey Dent adalah seorang jaksa dengan reputasi yang baik, antikorupsi, pembela kebenaran dan berprestasi memberantas kejahatan di kota Gotham bahkan lebih banyak daripada Batman. Ia menyebut dirinya sendiri The Bright Knight, cahaya harapan bagi masyarakat Gotham yang sudah kehilangan harapan gara-gara maraknya kejahatan di sana. Bahkan Batman sendiri mulai berpikir untuk pension dan menyerahkan harapan pada si Harvey Dent ini sebagai symbol baru harapan kota. Tapi ternyata Harvey orang yang bermuka dua, karakter aslinya keluar ketika ia menghadapi orang yang dicintainya harus mati. Ia berusaha membalas dendam dan bermain sebagai Tuhan.


Manusia punya akar dosa. Dan hal itu biasanya kita sembunyikan dalam ‘kepribadian’ alias tampak luar. Tapi sebenarnya karakter yang asli belum tentu baik. Makanya kita cenderung untuk bermuka dua, munafik. Tapi sebenarnya akar itu telah ditebus oleh Yesus. Dan Roh Kudus membimbing kita untuk bisa mengubah karakter kita menjadi baik. Sehingga kepribadian kita (tampak luar) kita sama dengan karakter kita yang telah diubah Roh Kudus. (baca tentang Karakter, Tempramen dan Kepribadian dalam GFRESH!).

Roma 12:2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

BATMAN = YESUS
Klimaks cerita film ini ada ketika Lt.Gordon tidak lagi menyebut Batman sebagai superhero, tapi menggantinya dengan The Dark Knight. Awalnya (dalam Batman Begins), Bruce Wayne menciptakan Batman sebagai symbol dan inspirasi pemberantas kejahatan. Tapi kemudian dia berubah pikiran, ia melihat warganya malah mengikuti dia dengan cara yang salah dan membuahkan kematian. “Orang-orang butuh pahlawan yang punya wajah” ujarnya. Karena itulah ia mendorong Harvey Dent untuk menjadi symbol ideal pahlawan kota, memerangi kejahatan, anti korupsi dan harapan serta inspirasi baru bagi warga kota.

Ketika Harvey Dent, sang harapan kota, berubah menjadi jahat dan mati, maka warga Gotham aka kembali kehilangan harapannya. Tak ada lagi symbol pemberantas kejahatan dan korupsi. Tak ada lagi teladan dan inspirasi yang bisa dipercaya. Batman tak mau itu terjadi, ia rela mengorbankan dirinya, mengambil kesalahan yang Harvey buat dan mengaku bahwa ialah yang membunuh Harvey, dengan resiko ia akan dibenci warga dan diburu polisi. Ia tak perlu disebut sebagai hero, ia hanya berlaku sebagai hero.

Yesus adalah Tuhan. Sekalipun seluruh dunia berkata Ia bukanlah Tuhan, Yesus adalah Tuhan dan berlaku sebagai Tuhan. Tak peduli manusia mencaciNya, ia tetap juruselamat yang mengasihi manusia. Sekalipun semua orang gak mengakui Dia sebagai pahlawan, Ia tetap Pahlawan. Yesus tak mementingkan diriNya, bahkan Ia memberikan nyawaNya bagi sahabatNya. Ia mengambil kesalahan dan dosa manusia, agar manusia bisa kembali padaNya dan menjadi garam dan terang, harapan bagi dunia.

Yohanes 15:13-15 “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.”

MAFIA
Wayne adalah orang terkaya di Gotham, dan dia mendapatkan uangnya dari usaha yang jujur. Tapi ada satu kelompok yang juga kaya raya: para mafia. Dan mereka mendapat semua uangnya dari kejahatan, kecurangan dan korupsi. Mana contoh yang akan kita pilih: jujur dan berintegritas dalam usaha kita atau korupsi (curang, sogok, suap, curi, boong). Dan pilihan itu ditentukan sejak kita remaja, gimana kita di sekolah, di keluarga dan di pergaulan.

LUCIUS FOX
Fox adalah Mr.Q-nya James Bond bagi Bruce Wayne. Ia memperlengkapi Wayne dengan segala peralatan canggih. Tapi satu hal yang ia gak mau kompromi: melanggar privacy orang lain. Ia punya integritas tinggi, dan ia rela kehilangan pekerjaannya demi menjaga integritasnya.

MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI
Ada setidaknya 4 cerita pengorbanan dalam film ini. (1) pengorbanan Harvey Dent dengan mengaku sebagai Batman dan mengambil resiko dibunuh oleh Joker, agar Batman bisa tetap hidup. (2) pengorbanan Lt.Gordon (dan keluarganya) untuk menyelamatkan Walikota. (3) pengorbanan warga Gotham dan para napi yang memilih untuk tidak meledakkan kapal dengan resiko mereka semua mati. (4) pengorbanan Batman untuk dianggap sebagai penjahat dan diburu polisi agar warga Gotham gak kehilangan harapan. Pengorbanan adalah sikap teladan Yesus, bahkan Dia mati untuk menyelamatkan kita, “…dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” (Filipi 2:3-4)

SISI NEGATIF
1. The Dark Knight bukanlah film Kristen atau rohani. Tapi saya bersyukur para penulis ceritanya masih mengutamakan sisi moralitas dalam setiap film Hollywood. Kembali, film Batman punya sisi negatif yang perlu kita kenali. Batman menciptakan kebohongan sebagai kebenaran. Ia tidak mengungkapkan kebenaran, "Sometimes, truth isn't good enough," Batman bilang. "Sometimes people deserve more. Sometimes people deserve to have their faith rewarded". Memang kesan yang kita dapat ialah bahwa keputusan yang diambil Batman adalah heroik dan hal yang benar, tapi riskan sekali karena kebenaran yang diambil bukanlah kebenaran yang Alkitab maksud.

2. The Dark Knight definitely bukan film untuk anak-anak! Sekalipun dilabeli PG-13 (13 tahun keatas), film ini masih terlalu mengumbar kekerasan untuk ukuran remaja. Liat aja adegan ‘sulap pensil hilang’-nya Joker (yang meskipun brilian), bahkan Batman sendiripun tak kenal ampun. Bahkan makeup para villainnya juga dibuat mengerikan untuk anak-anak (mimik gila Joker, wajah tengkorank Two Face). Belum lagi ceritanya yang lumayan dalam. So, jangan tertipu dengan promosi film ini yang ditempel di tempat makanan anak-anak. (F! http://www.kacamata3d.blogspot.com/)

HOME


Rabu, 25 Juni 2008

MAN OF STEEL 70th ANNIVERSARY

Karena my favorite hero muncul pertama kali Juni 1938 dalam Action Comics #1, berarti bulan ini Superman udah berusia 70 tahun. Superman selalu mengingatkanku pada Yesus yang adalah the all time greatest hero. Baca lagi deh postinganku di blogku yang dulu, tentang 20 Persamaan Yesus dan Superman, Kita adalah Superman dan How To Be A Superhero. (image taken from devianart)
MamaOla